Kota Pariaman Targetkan SPIP Level III Lewat Workshop Terintegrasi

News288 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS – Meningkatkan akuntabilitas tata kelola pemerintahan menjadi prioritas Pemerintah Kota Pariaman. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemko menggelar Workshop Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun 2025 di Balairung rumah dinas wali kota, Senin (21/7/2025).

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti workshop.

“Bapak dan ibu yang hadir hari ini adalah orang-orang yang diberikan amanah dan tanggung jawab untuk mengelola SPIP. Simak dengan saksama materi dari narasumber agar kegiatan ini memberi hasil maksimal,” ujar Mulyadi.

Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong Pemerintah Kota Pariaman untuk mencapai Level III SPIP Terintegrasi, sebuah indikator kematangan dalam penerapan sistem pengendalian intern di lingkungan pemerintahan.

“Penerapan SPIP sebaiknya dipahami sebagai tingkatan manajemen dengan prioritas pengendalian yang terukur. Jika dilakukan dengan tepat, proses pembangunan SPIP akan berjalan secara ekonomis, efisien, dan efektif,” jelasnya.

Workshop ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh sekretaris, kepala subbagian program, dan staf dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Pariaman. Kegiatan mencakup paparan materi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Barat serta Bappeda Kota Pariaman.

“Hari pertama digelar diskusi panel bersama narasumber dari BPKP Sumbar, Rizal. Hari kedua dilanjutkan dengan penilaian mandiri maturitas SPIP serta peluncuran aplikasi SPIP Terintegrasi milik BPKP,” jelas Perencana Ahli Muda Bappeda, Bisri Amra.

Menurut Bisri, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur dalam melakukan penilaian mandiri SPIP di tingkat kota maupun perangkat daerah.

“Dengan workshop ini, kami berharap capaian SPIP Kota Pariaman dapat meningkat ke Level III, sebagai indikator bahwa pengendalian intern kita cukup baik,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar