Padang, RANAHNEWS — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor sebagai kunci percepatan pembangunan dan stabilitas daerah. Ia menilai, kemajuan daerah hanya dapat terwujud apabila pemerintah, lembaga vertikal, dan dunia usaha berjalan dalam satu visi dan saling memperkuat.
Penegasan itu disampaikan Muhidi usai mengisi pengajian rutin di lingkungan Inspektorat Provinsi Sumatera Barat, Jumat (31/10/2025) pagi. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Ketika kolaborasi sudah terbangun dengan baik, maka pembangunan akan berjalan lancar, stabilitas daerah terjaga, dan dunia usaha pun berkembang,” ujar politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Muhidi mengingatkan bahwa ketidakseimbangan dalam salah satu aspek, seperti keamanan atau stabilitas sosial, dapat berdampak langsung pada iklim investasi. Menurutnya, investor hanya akan datang ketika ada jaminan keamanan dan kenyamanan berusaha.
“Jika stabilitas daerah tidak kondusif, dunia usaha akan sulit berkembang. Investor enggan menanamkan modal karena tidak ada kepastian keamanan,” tegasnya.
Sejak menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbar, Muhidi aktif membangun kerja sama dengan berbagai lembaga strategis, termasuk kepolisian, TNI, kejaksaan, pengadilan, dan pelaku dunia usaha. Ia menilai, kemitraan lintas institusi tersebut bukan hanya memperkuat koordinasi, tetapi juga menjadi sarana efektif menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Kami di DPRD berkomitmen menjaga komunikasi dan kerja sama dengan seluruh instansi, baik vertikal maupun daerah, agar semua bergerak bersama untuk kemajuan Sumatera Barat,” ujarnya.
Muhidi menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa semangat kolaborasi yang konsisten akan melahirkan daerah yang maju, stabil, dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mewujudkan pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan. (rn/*/pzv)













Komentar