Dorong Ketahanan Pangan dan Wisata Berbasis Hutan, Ridwan Dt Tumbijo Serap Aspirasi Warga Malalak Barat

News, Ekonomi421 Dilihat

Agam, RANAHNEWS – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ridwan Dt Tumbijo, menyerap aspirasi masyarakat Malalak Barat dalam Reses Masa Sidang II 2025 yang digelar di Masjid Al-Hidayah, Jorong Hulu Banda. Aspirasi yang disampaikan warga mencakup pengembangan ketahanan pangan, perbaikan infrastruktur, dan optimalisasi wisata berbasis hutan lindung.

Dalam pertemuan ini, Ridwan menegaskan bahwa pemanfaatan hutan lindung untuk pariwisata diperbolehkan, asalkan tetap sesuai regulasi yang berlaku dan mendapat koordinasi dari Dinas Kehutanan.

“Pemerintahan nasional saat ini, di bawah Presiden Prabowo Subianto, tengah mendorong program ketahanan pangan. Oleh karena itu, nagari-nagari di Sumbar diharapkan bisa berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan, sesuai dengan potensi dan kebiasaan masyarakat setempat,” ujar Ridwan, Selasa (18/2/2025).

Sebagai anggota Komisi II DPRD Sumbar, Ridwan fokus memperkuat sektor perkebunan, peternakan, pertanian, perikanan, kehutanan, perekonomian, dan UMKM.

Salah satu aspirasi utama dalam reses ini adalah pengembangan komoditas kulit manis. Ridwan mengajak warga untuk mengolah kulit manis menjadi produk turunan seperti minuman herbal dan minyak atsiri agar nilai jualnya meningkat.

“Tanaman kulit manis baru bisa dipanen setelah 10 tahun, sehingga perlu strategi diversifikasi tanaman agar petani tetap memiliki penghasilan tambahan,” jelasnya.

Selain itu, Ridwan juga mengusulkan program Sawah Pokok Murah, yaitu metode bertani tradisional yang terbukti meningkatkan hasil panen. Ia menegaskan bahwa 20% dana desa dapat dialokasikan untuk program ketahanan pangan, termasuk untuk pengembangan pertanian.

Dalam kesempatan ini, warga menyampaikan kebutuhan mendesak terkait perbaikan Jalan Bukik Pauh, pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang 2 km, pembukaan jalan baru dari Nareh ke Kampuang Baru, serta irigasi Batang Nareh dan Banda Kampuang Baru.

Walinagari Malalak Barat, Zamri Kari, berharap adanya kerja sama antara pemerintah nagari dan DPRD untuk mempercepat pembangunan jalan dan irigasi.

“Kami sangat membutuhkan akses jalan yang baik untuk mendukung aktivitas pertanian dan perekonomian warga,” ungkap Zamri.

Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya akses internet di beberapa titik, terutama di kawasan wisata seperti Langkuik Indah dan Burai-Burai Indah. Hal ini menjadi tantangan bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis digital.

“Di era sekarang, akses internet sangat penting untuk pemasaran produk lokal dan pengembangan usaha berbasis digital. Kami berharap ada solusi agar daerah ini tidak lagi menjadi blank spot,” tambah Zamri.

Camat Malalak, Zulwardi Nursal, mengapresiasi reses ini dan berharap program yang diusulkan segera terealisasi.

“Kami bangga memiliki anggota dewan yang mau turun langsung ke lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat. Ini bukti nyata kepedulian terhadap pembangunan nagari,” katanya.

Sebagai bagian dari kegiatan reses, Ridwan bersama masyarakat bergotong royong untuk pengerasan jalan di wilayah tersebut.

“Kami, delapan anggota DPRD dari dapil Agam-Bukittinggi, telah sepakat untuk menghadirkan program unggulan di masing-masing nagari guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Ridwan. (rn/*/pzv)

Komentar