Dony Oskaria Tekankan Huntap Dorong Ekonomi

Nasional59 Dilihat

Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, resmi dimulai melalui peletakan batu pertama, Kamis (19/2/2026). Proyek ini menjadi huntap pertama Danantara di Pulau Sumatera sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana berbasis kolaborasi BUMN.

Groundbreaking dilakukan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta unsur Forkopimda Sumatera Barat.

Program serupa direncanakan berlanjut ke Aceh dan Sumatera Utara. Pembangunan huntap di Tanah Datar kembali dipercayakan kepada PT Nindya Karya setelah sebelumnya menyelesaikan hunian sementara (huntara) Danantara di Malalo dalam dua minggu.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan tersebut.

“Terima kasih kepada dua putra asli Ranah Minang, apalagi Pak COO Danantara Dony Oskaria yang merupakan putra asli Tanah Datar. Satu bulan lalu kami menyerahkan kunci huntara di Malalo, dan sekarang langsung berproses pembangunan hunian tetap untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia menyatakan terima kasih atas nama masyarakat terdampak yang kini memperoleh kepastian hunian permanen yang lebih layak.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menegaskan pembangunan huntap merupakan hasil kolaborasi Danantara dan BUMN dalam penanganan bencana.

“Bukan hanya saat bencana, kita harus selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Terima kasih kepada Pak Dony Oskaria yang mengerahkan seluruh BUMN untuk bergerak saat masa bencana maupun pascabencana,” kata Andre.

Dony Oskaria menekankan pembangunan huntap tidak sekadar menyediakan rumah, melainkan bagian dari upaya membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan huntap ini bukan hanya rumah, tetapi menjadi pembangkit ekonomi masyarakat. Sumatera Barat harus bangkit dan kembali menjadi daerah percontohan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menyoroti tantangan daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang masih rendah hingga persoalan stunting dan penyalahgunaan narkoba yang perlu menjadi perhatian bersama pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan kawasan huntap harus diiringi penguatan sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat, termasuk melalui pembangunan sekolah rakyat serta penguatan ekonomi lokal yang pelaksanaannya dititipkan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

“Kita tidak boleh hanya bangkit setelah bencana, tetapi harus melompat lebih jauh dari kondisi sebelumnya. Huntap ini adalah awal kebangkitan. Dari sini kita bangun ekonomi, kita perkuat pendidikan, dan kita pastikan masyarakat memiliki masa depan yang lebih baik. Sumatera Barat harus kembali berdiri sebagai daerah yang kuat, mandiri, dan menjadi contoh bagi Indonesia,” tegas Dony.

Pembangunan huntap ini diharapkan mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat terdampak di Tanah Datar. (rn/*/pzv)

Komentar