Jakarta, RANAHNEWS — Hutama Karya (HK) Grup mengerahkan respons cepat untuk menangani bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Upaya darurat dilakukan melalui pembukaan akses yang terputus, pendirian posko pengungsian, serta distribusi logistik dan alat berat.
Di ruas Lembah Anai, Padang–Bukittinggi, jalan nasional terputus akibat galodo sejak Rabu, 26 Desember 2025. Dua hari setelah kejadian, tim teknisi HK telah berada di lokasi untuk membuka jalur sementara agar distribusi barang dan mobilitas warga dapat kembali berjalan. Para pekerja HK bekerja bergiliran tanpa henti.
“Kita siang malam, terpenting jalur ini siap lebih cepat dari target,” ujar salah satu pekerja, Kamis (11/12/2025).
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan bahwa gerak cepat HK Grup merupakan bagian dari koordinasi terpadu BUMN dalam misi kemanusiaan.
“BUMN hadir di garis depan. HK Grup melakukan langkah darurat yang terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur penanganan bencana,” ujarnya.
Di Sumatera Utara, ribuan warga mengungsi di area jalan tol. HK Grup mendirikan posko darurat di Gerbang Tol Pangkalan Brandan yang menampung 75 kepala keluarga dari empat desa terdampak. Posko lain berada di Rest Area 41B Tol Binjai–Langsa yang menampung sekitar 1.500 pengungsi, serta di Kantor Gebang yang menampung 240 orang. Logistik yang disalurkan mencakup makanan siap santap, obat-obatan, air mineral, pakaian, selimut, tenda, dan family kit.
Untuk mendukung evakuasi, HK mengoperasikan alat berat di ruas Tarutung–Sibolga, meliputi excavator PC200, excavator PC300, tangki BBM, dan wheel loader.
“Area Tol Binjai–Langsa masih difungsikan sebagai posko besar dengan sekitar 940 warga yang masih mengungsi,” kata Dony.
Di Sumatera Barat, HK Grup memfokuskan upaya pada evakuasi warga dan pembukaan akses. Alat berat dikerahkan di Sungai Durian Koto Mambang, Lembah Anai, Lubuk Minturun, dan Pasar Baru Unand. Selain itu, Posko Satgas HK dibentuk di Gerbang Tol Padang dengan melibatkan OPT, HKI, PJT, dan HPSL. Bantuan tambahan juga dikirim, terdiri atas selimut, kasur lipat, makanan instan, air mineral, minyak goreng, susu bayi, gula, popok, dan genset.
Dukungan alat berat di Sumbar diperluas hingga ke Agam, Padang Pariaman, Padang, Lembah Anai, dan Tanah Datar dengan total puluhan excavator, dump truk, bulldozer, vibro, crane, dan ratusan lembar bronjong galvanis.
Di Aceh, HK Grup mengerahkan Jembatan Bailey, excavator, dump truk, serta suplai bahan bakar untuk mempercepat pembukaan akses.
Dony menegaskan bahwa langkah HK Grup merupakan bagian dari komitmen BUMN dalam masa darurat.
“HK bergerak cepat dan terstruktur, memastikan warga mendapatkan tempat aman, akses terbuka, dan kebutuhan dasar terpenuhi. Keselamatan warga kami utamakan,” ujarnya.
Dengan posko besar, logistik yang memadai, serta alat berat di titik-titik terdampak, HK Grup menjadi salah satu unsur utama dalam penanggulangan bencana di Sumatra hingga kondisi berangsur pulih. (rn/*/pzv)











Komentar