Bantuan Pangan Digulirkan untuk Tekan Inflasi Jelang Lebaran

Ekonomi79 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Penyaluran bantuan pangan kepada warga miskin ekstrem di Kota Padang mulai digulirkan sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan laju inflasi menjelang Lebaran. Sebanyak 31 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan, menerima bantuan tersebut, Rabu (18/3/2026).

Distribusi bantuan dilakukan secara simbolis di kantor kelurahan setempat, melibatkan Pemerintah Kota Padang dan Perum Bulog Sumatera Barat sebagai bagian dari program nasional untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bantuan pangan tidak hanya berdimensi sosial, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama saat kebutuhan pokok meningkat.

“Selamat kepada para penerima bantuan, serta terima kasih kepada Perum Bulog yang telah membantu masyarakat menyambut hari besar keagamaan dengan lebih baik,” ujarnya.

Ia menyebut pemerintah bersama Bulog dan Bank Indonesia terus menggencarkan gerakan pangan murah di berbagai wilayah guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.

“Pemerintah Kota Padang, Bulog, dan Bank Indonesia terus menggencarkan gerakan pangan murah di berbagai kelurahan. Masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying karena stok aman dan distribusi berjalan,” tukasnya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Barat R. Darma Wijaya menjelaskan penyaluran bantuan merupakan bagian dari program nasional yang menyasar masyarakat kurang mampu pada kategori desil 1, 2, dan 3.

“Semoga bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat kita yang kurang mampu, sekaligus membantu menjaga inflasi di Kota Padang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pada tahap pertama tahun 2026 untuk alokasi Februari hingga Maret, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.

“Penyaluran dilakukan serentak secara nasional. Di Sumatera Barat, penerima hampir 600 ribu KPM, sementara di Kota Padang meningkat di tahun ini dari sekitar 38 ribu menjadi 75 ribu KPM,” ungkapnya. (rn/*/pzv)

Komentar