Pemko Padang Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

News32 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra ke Kota Padang, Selasa (12/5/2026).

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan bersama Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang. Fokus pembahasan mencakup pelaksanaan program MBG untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah lima tahun atau kelompok 3B.

Fadly Amran mengatakan pengawasan program MBG penting dilakukan karena program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Kita akan mendorong kesiapan Pasar Tradisional, Koperasi, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam menyambut kebutuhan rantai pasok program MBG, terutama terkait sertifikasi produk pangan seperti daging ayam, sapi, dan sayur,” ujar Fadly Amran.

Ia juga meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Padang menyesuaikan pelaksanaan program dengan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, program MBG diharapkan dapat membantu menekan angka stunting di Kota Padang yang masih cukup tinggi.

“Jangan sampai orang tua berpikir karena sudah ada MBG, maka kebutuhan gizinya selesai. Saya minta kepada dinas terkait untuk melakukan intervensi konkret terkait hal ini, supaya program MBG tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menegaskan kunjungan kerja tersebut bertujuan memastikan standar operasional prosedur distribusi kelompok 3B dijalankan sesuai ketentuan, terutama terkait keamanan pangan dan ketepatan sasaran.

“Kami menekankan pentingnya sertifikasi kelayakan higiene pada seluruh unit SPPG serta pengawasan ketat terhadap seluruh proses, mulai dari kondisi dapur, pengelolaan limbah, pemilahan bahan baku, kesehatan tenaga pengolah, hingga proses pengemasan dan distribusi makanan agar sesuai standar keamanan pangan,” ujar Jasra Putra. (rn/*/pzv)

Komentar