Padang, RANAHNEWS.com — Lebih dari 4.000 kasus Tuberkulosis (TB) tercatat di Kota Padang dan sekitar 95 persen pasien telah menuntaskan pengobatan. Capaian tersebut menjadi salah satu dasar penguatan percepatan eliminasi TB di daerah itu dengan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI.
Penguatan program eliminasi TB tersebut mengemuka dalam kuliah umum bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus di Aula Prof. dr. M. Syaaf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Direktur Penyakit Menular Ditjen P2P Kemenkes RI dr. Prima Yosephine, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, Rektor Unand Efa Yonnedi, Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil Dovy Djanas, para kepala daerah se-Sumbar, civitas akademika, dan tenaga kesehatan.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan dukungan pemerintah pusat menjadi momentum penting dalam memperkuat percepatan eliminasi TB di Kota Padang. Pemerintah Kota Padang, kata dia, segera menindaklanjuti berbagai dukungan dari Kementerian Kesehatan.
“Kita bersyukur Kota Padang saat ini menjadi daerah dengan capaian penanganan TB terbaik di Sumatera Barat. Dukungan pemerintah pusat sangat berarti, mulai dari pendataan pasien, pengobatan, penguatan deteksi dini, hingga bantuan rumah layak huni bagi penderita TB,” ujar Maigus.
Ia menjelaskan, Pemko Padang terus mendorong pasien yang belum menyelesaikan pengobatan agar dapat menuntaskan terapi secara penuh demi mencegah penularan dan meningkatkan angka kesembuhan.
“Berdasarkan data, lebih dari 4.000 kasus TB di Kota Padang dan sekitar 95 persen sudah tuntas pengobatan. Tinggal sebagian kecil lagi yang terus kita dorong agar menyelesaikan pengobatan,” katanya.
Selain pengobatan, Pemko Padang juga mengajak masyarakat menciptakan lingkungan sehat dan bebas asap rokok. Menurut Maigus, kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko berkembangnya TB.
“Kami mengimbau masyarakat membebaskan rumah dari asap rokok, termasuk di sekolah dan tempat umum. Selain itu, jangan menganggap TB sebagai aib, karena semakin cepat diperiksa dan diobati, maka peluang sembuh semakin besar dan penularan bisa dicegah,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pemerintah pusat terus mempercepat eliminasi TB melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address, pengiriman alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, serta bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu.
“TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun. Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini PR kita bersama ke depan,” tegasnya. (rn/*/pzv)













Komentar