Lombok, RANAHNEWS.com — Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun bagi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain mendorong sektor pariwisata, ajang MotoGP pada 9–11 Oktober 2026 tersebut turut meningkatkan permintaan akomodasi, penerbangan, dan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Danantara Indonesia, melalui publikasi di media sosial resminya, mencatat tingkat keterisian hotel dan akomodasi di Lombok hampir mencapai 100 persen selama pekan penyelenggaraan balapan atau race week.
Angka tersebut merujuk pada sekitar 1.560 unit hotel dan akomodasi di NTB. Tingginya tingkat keterisian itu menunjukkan besarnya kebutuhan penginapan selama berlangsungnya ajang balap motor internasional tersebut.
“Antusiasme publik terhadap ajang ini tidak hanya terlihat di sirkuit, tetapi juga pada meningkatnya permintaan di berbagai sektor pendukung pariwisata, mulai dari akomodasi hingga konektivitas,” tulis Danantara Indonesia dalam publikasinya.
Lonjakan kebutuhan perjalanan juga mendorong penambahan penerbangan. Danantara mencatat terdapat 66 penerbangan tambahan dari dan menuju NTB selama periode penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Manfaat ekonomi juga menjangkau pelaku usaha lokal. Danantara mencatat keterlibatan 200 UMKM lokal dalam kegiatan tersebut. Materi publikasi yang sama mencantumkan omzet UMKM sebesar Rp500 juta, tetapi belum merinci periode pencatatan maupun cakupan omzet tersebut.
“Capaian ini mencerminkan bahwa event berskala global dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk lebih dikenal,” tulis Danantara Indonesia.
Menurut Danantara, penyelenggaraan ajang internasional membutuhkan dukungan berbagai sektor yang saling terhubung, mulai dari pengelolaan kawasan, penerbangan, akomodasi, hingga keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, tidak hanya di sekitar sirkuit, tetapi juga pada sektor pariwisata dan usaha lokal.
Proyeksi dampak ekonomi sebesar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun menjadi salah satu gambaran potensi pengembangan wisata olahraga atau sport tourism di Indonesia. Namun, angka tersebut masih berupa estimasi yang disampaikan Danantara Indonesia.
Besaran dampak ekonomi aktual masih perlu diketahui melalui evaluasi setelah penyelenggaraan. Data realisasi nantinya dapat menjadi dasar untuk mengukur manfaat MotoGP Mandalika bagi pelaku usaha dan perekonomian daerah. (rn/*/pzv)













Komentar