BMKG Resmikan HF Radar Array di Pariaman, Perkuat Sistem Peringatan Dini Pesisir

News18 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com – Sistem peringatan dini bencana di pesisir barat Sumatera semakin diperkuat melalui peresmian fasilitas High Frequency (HF) Radar Array di Pantai Anas Malik, Kelurahan Lohong, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Jumat (3/7). Peresmian dilakukan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat, Prof. Teuku Faisal Fathani, didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi.

Kepala BMKG Pusat, Prof. Teuku Faisal Fathani, mengatakan pemasangan HF Radar bertujuan menyediakan informasi kemaritiman secara cepat sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari potensi bencana, termasuk tsunami.

“Sumatera Barat memiliki tiga radar yang kita bagi pada tiga titik, pertama C-band radar untuk penerbangan yang berada di Bandara Minangkabau, kemudian radar maritim di Teluk Bayur tapi terbatas di daerah sekitar pelabuhan. Untuk radar ketiga adalah HF radar dengan jangkauan sampai 150 kilometer yang dipasang di dua lokasi ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, HF Radar Array merupakan jaringan antena radio yang bekerja pada pita frekuensi tinggi 3 hingga 30 MHz untuk memantau wilayah laut dan udara secara real-time dalam cakupan yang luas. Berbeda dengan radar konvensional, teknologi ini mampu menjangkau area di luar garis pandang karena gelombangnya dapat merambat melampaui cakrawala.

Menurutnya, sistem tersebut bekerja dengan memancarkan gelombang radio ke arah laut melalui metode surface wave atau skywave. Pantulan gelombang dari permukaan laut kemudian dianalisis menggunakan pergeseran frekuensi (Doppler shift) untuk menghitung kecepatan arus dan mendeteksi target. BMKG bersama Bakamla RI juga terus memperluas pemasangan HF Radar di sejumlah titik strategis guna memperkuat keamanan dan navigasi maritim nasional.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menilai kehadiran HF Radar menjadi lompatan teknologi yang penting dalam memperkuat sistem peringatan dini di wilayah pesisir barat Sumatera.

“Alat canggih ini memiliki kemampuan mendeteksi dinamika laut secara real-time, memetakan arah dan kecepatan arus permukaan laut secara presisi, serta memantau tinggi gelombang di laut lepas. Selain meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir dan para nelayan, keberadaan radar ini juga dirancang untuk mendukung optimalisasi data operasional pencarian dan penyelamatan (SAR) jika terjadi kecelakaan laut,” katanya.

Yota menambahkan, peresmian fasilitas tersebut bertepatan dengan Hari Jadi ke-24 Kota Pariaman. Pemerintah Kota Pariaman mengapresiasi kolaborasi bersama BMKG dan berkomitmen mengintegrasikan data HF Radar ke dalam kanal informasi publik agar mudah diakses masyarakat dan nelayan.

“Mari kita jaga bersama aset negara yang bernilai tinggi ini. Fasilitas fisik dan antena radar yang dibangun di wilayah kita ini adalah milik bersama, yang manfaatnya kembali untuk keselamatan dan kesejahteraan warga kita sendiri. Semoga teknologi ini membawa berkah, keselamatan, dan mendorong kebangkitan ekonomi sektor maritim di Kota Tabuik kebanggaan kita bersama,” tutupnya.

Peresmian HF Radar Array ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BMKG Pusat Prof. Teuku Faisal Fathani, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Wali Kota Pariaman Yota Balad yang disaksikan berbagai pihak. (rn/*/pzv)

Komentar