Pariaman Pertahankan WTP dan Catat Kenaikan PAD Signifikan

Parlemen32 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kota Pariaman mencatat capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi sepanjang sejarah daerah pada Tahun Anggaran 2025, yakni sebesar Rp57,46 miliar atau meningkat 25,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Pariaman Yota Balad saat menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman, Senin (15/6/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim dan dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, unsur pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Pariaman, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, camat, serta pimpinan kantor, badan, dan bagian di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Dalam penyampaiannya, Yota Balad menegaskan bahwa laporan pelaksanaan APBD bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral, politik, dan administratif pemerintah daerah kepada masyarakat melalui DPRD.

“Yang kita laporkan hari ini adalah hasil kerja nyata, hasil dari kebijakan, kerja keras, dan kolaborasi seluruh elemen daerah sepanjang Tahun Anggaran 2025. Capaian WTP 13 kali yang diterima Kota Pariaman bukan kebetulan, ini adalah hasil konsistensi, hasil disiplin dan hasil komitmen kita dalam membangun tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel,” kata Yota Balad.

Ia memaparkan PAD Kota Pariaman tahun 2025 mencapai Rp57.459.978.227,89. Dibandingkan tahun 2024, terjadi peningkatan sebesar Rp11.548.599.585,53 atau 25,15 persen.

Menurut Yota, capaian tersebut menunjukkan penguatan kemandirian fiskal daerah yang didukung optimalisasi pajak dan retribusi, inovasi pelayanan, serta penguatan pengawasan.

Secara keseluruhan, pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 dianggarkan sebesar Rp655.738.471.097,00 dan terealisasi Rp620.440.914.948,89 atau mencapai 94,62 persen. Jika dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp644.362.029.673,36, terjadi penurunan sebesar Rp23.921.114.724,47 atau 3,71 persen akibat berkurangnya transfer pemerintah pusat.

Yota menegaskan bahwa realisasi belanja daerah tetap diarahkan untuk program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan daerah.

“Realisasi belanja tersebut menunjukkan bahwa APBD Kota Pariaman tetap diarahkan pada program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan daerah, pelaksanaan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, serta menjaga keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh capaian yang diraih merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat. Meski demikian, tantangan pembangunan ke depan masih perlu dihadapi secara bersama-sama.

“Tentu masih banyak pekerjaan dan tantangan yang harus kita selesaikan bersama. Namun dengan semangat kebersamaan, sinergi, dan komitmen yang kuat antara eksekutif dan legislatif, kami optimis Kota Pariaman akan semakin maju, semakin berdaya saing, dan semakin sejahtera,” kata Yota.

Pemerintah Kota Pariaman berharap dukungan dan kerja sama seluruh pimpinan serta anggota DPRD Kota Pariaman dalam pembahasan ranperda tersebut sehingga dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar