Nanda Satria Dukung Padang Menuju Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Padang, RANAHNEWS.com — Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota Padang untuk masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy tahun 2027. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi kuliner Minangkabau sebagai identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing global.

Menurut Nanda, upaya menjadikan Kota Padang sebagai kota gastronomi dunia bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Barat ke tingkat internasional melalui sektor kuliner.

“Ini bukan hanya tentang Kota Padang, tetapi tentang bagaimana Sumatera Barat memperlihatkan identitas dan kekuatan budayanya kepada dunia internasional. Kuliner Minangkabau memiliki sejarah panjang, filosofi, nilai sosial, hingga kekuatan ekonomi yang sangat besar. Karena itu, DPRD Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang sedang diperjuangkan Pemko Padang,” ujar Nanda Satria saat diwawancarai, Senin (11/5/2026).

Ia menilai, pengakuan UNESCO nantinya akan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata, UMKM, industri kreatif, hingga ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal.

“Kita ingin kekayaan kuliner Minang tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena ekosistem budayanya yang kuat dan berkelanjutan. Tradisi seperti makan bajamba, nilai kebersamaan dalam budaya urang awak, hingga proses pengolahan makanan tradisional merupakan kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah lain,” katanya.

Nanda juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tahapan seleksi UCCN yang kompetitif. Menurutnya, dukungan pemerintah, akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat kesiapan Kota Padang.

“Kita tentu berharap seluruh elemen bergerak bersama. Ini momentum besar bagi daerah. Ketika Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO, maka dampaknya akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang ekonomi yang sangat luas bagi Sumatera Barat,” tuturnya.

Dukungan terhadap langkah Kota Padang juga datang dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Dalam audiensi bersama jajaran Pemerintah Kota Padang di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (7/5/2026), Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyatakan kesiapan pemerintah pusat mendampingi proses seleksi UCCN 2027.

“Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan bahwa kekayaan gastronomi Minangkabau tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu memenuhi standar global dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Kementerian Ekraf, lanjutnya, siap mendampingi Pemerintah Kota Padang dalam tahapan penyusunan dokumen hingga proses seleksi internasional UNESCO.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD Sumbar dan Kementerian Ekraf terhadap langkah Kota Padang menuju City of Gastronomy UNESCO 2027.

“Kementerian Ekraf memberikan dukungan yang sangat krusial bagi kami untuk meningkatkan standar ekosistem kuliner berkelanjutan, mengingat Padang memiliki kekayaan kuliner yang lengkap dan telah diakui oleh dunia,” ungkap Fadly Amran.

Ia menjelaskan, kekuatan gastronomi Kota Padang tidak hanya terletak pada kuliner khas seperti rendang, sate padang, gulai, dan sambal lado, tetapi juga tradisi sosial masyarakat seperti makan bajamba dan budaya urang padang jalan barampek.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari adendum Berita Acara Hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Padang pada Februari 2026 lalu. Dalam adendum itu, fokus pengembangan ekonomi kreatif Kota Padang resmi dialihkan dari subsektor seni pertunjukan ke subsektor kuliner.

Dalam audiensi tersebut turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yeni Yuliza, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Padang Wirdanis, Dr. Haris Satria, Ramani mewakili komunitas kuliner lokal, Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Doni Harsiva Yandra, serta Anggota DPRD Kota Padang Argi Putra Finalo.

Jika berhasil masuk jaringan UCCN, Kota Padang akan bergabung dengan sejumlah kota kreatif Indonesia yang telah lebih dahulu diakui UNESCO, seperti Bandung, Ambon, Jakarta, Malang, Pekalongan, Surakarta, dan Ponorogo. (adv)

Komentar