Teluk Bayur Dinilai Strategis Tekan Biaya Logistik Sumbar

Ekonomi122 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Efisiensi logistik dan penguatan industri daerah menjadi sorotan dalam peninjauan operasional Pelabuhan Teluk Bayur, Jumat (20/2/2026). Pelabuhan utama di pesisir barat Sumatera itu dinilai berperan strategis menekan biaya distribusi sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi Sumatera Barat.

Peninjauan dilakukan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan kepelabuhanan berjalan efisien. Ia menilai Teluk Bayur memiliki posisi penting sebagai simpul perdagangan yang menghubungkan aktivitas ekonomi daerah dengan jaringan logistik nasional.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono menyambut kunjungan tersebut bersama jajaran manajemen Pelindo. Turut hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Kapolda Sumatera Barat, serta pejabat daerah dan pimpinan BUMN lintas sektor.

Arif menjelaskan, Pelindo telah menerapkan transformasi digital pada layanan terminal peti kemas untuk meningkatkan kualitas data, transparansi proses, dan efisiensi pelayanan. Langkah itu diharapkan membuat proses logistik lebih cepat dan kompetitif.

“Penurunan biaya logistik harus diikuti dengan pertumbuhan industri di Sumatera Barat, sehingga arus barang masuk dan keluar pelabuhan bisa seimbang,” ujar Dony Oskaria.

Selain meninjau operasional Teluk Bayur, Dony juga menyampaikan dukungan terhadap rencana penataan Pelabuhan Muaro Padang sebagai bagian dari penguatan sistem logistik terpadu. Menurut dia, pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi laut, tetapi juga berpotensi menjadi pusat ekonomi baru.

“Pelabuhan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga dapat berkembang sebagai ruang ekonomi dan pariwisata yang mendorong aktivitas UMKM serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur Ferrial Dunan Sidabutar menilai momentum tersebut penting untuk memperkuat posisi pelabuhan sebagai gerbang logistik utama Sumatera Barat.

“Pelabuhan Teluk Bayur memiliki posisi penting dalam mendukung rantai pasok dan distribusi logistik daerah. Melalui momentum ini, diharapkan terbangun kolaborasi konkret untuk meningkatkan efisiensi layanan dan konektivitas logistik,” ujarnya.

Kegiatan di Teluk Bayur menjadi bagian dari rangkaian agenda Danantara di Sumatera Barat pada 19–20 Februari 2026, yang mencakup peninjauan proyek infrastruktur, kawasan hunian pascabencana, serta pembangunan fasilitas pendidikan guna mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan. (rn/*/pzv)

Komentar