Irman Gusman: Pariwisata Efektif Gerakkan Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Ekonomi98 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mendorong sektor pariwisata dijadikan strategi cepat (quick winning) untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah pasca bencana, dalam Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026 di Aula Bappeda Sumatera Barat, Padang, Rabu (1/4/2026).

Dalam forum tersebut, Irman menilai kondisi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang pada 2025 tercatat 3,37 persen—turun dari 4,36 persen pada tahun sebelumnya—memerlukan sektor yang mampu bergerak cepat, menyerap tenaga kerja, dan langsung menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, pariwisata memiliki keunggulan karena bertumpu pada potensi yang telah dimiliki daerah tanpa membutuhkan investasi awal yang besar, sekaligus mampu menciptakan efek berganda bagi berbagai sektor turunan.

“Pariwisata itu produk atau investasi yang telah kita miliki tanpa kita keluarkan uang. Kekayaan alam, baik laut, danau, maupun gunung, sangat luar biasa. Bentang alamnya tidak kalah dengan Swiss,” ujar Irman.

Menurutnya, kekuatan sektor pariwisata tidak hanya pada daya tarik destinasi, tetapi juga pada dampaknya terhadap sektor lain seperti kuliner, transportasi lokal, homestay, kerajinan, hingga ekonomi kreatif yang melibatkan langsung masyarakat.

Dalam paparannya, Irman juga menyoroti pentingnya kepemimpinan daerah yang proaktif dan berorientasi pada eksekusi, termasuk dalam membangun jejaring dan membuka peluang kerja sama lintas sektor.

Ia mencontohkan langkah yang dilakukan saat berkunjung ke Kepulauan Mentawai, dengan menghubungkan pemerintah daerah ke berbagai pihak guna mendorong pengembangan pariwisata.

“Alhamdulillah saya mencoba mengoneksikan dengan Kementerian Pariwisata, kemudian juga lembaga konsultan marketing Pak Hermawan, MarkPlus, untuk men-branding Mentawai sebagai salah satu objek wisata dunia,” ujarnya.

Irman juga mengungkapkan telah memperkenalkan Bupati Mentawai kepada pemilik maskapai TransNusa untuk membuka peluang penerbangan wisatawan dari Bali menuju Padang dan Mentawai, guna memperkuat konektivitas dan meningkatkan arus kunjungan.

Selain itu, ia mendorong penguatan ketahanan ekonomi masyarakat dengan menghadirkan dukungan sektor pangan. Ia menyebut telah meyakinkan Bulog untuk membangun gudang pangan di Mentawai serta mendampingi pengembangan sawah sekitar seribu hektare.

Ia menegaskan, langkah tersebut mencerminkan pentingnya pola kerja kepala daerah yang tidak bergantung pada anggaran semata, melainkan aktif menjemput peluang dan mempercepat realisasi kerja sama.

“Di Indonesia ini siapa cepat, dia dapat. Siapa yang lebih aktif, dia akan lebih unggul. Kalau kita menunggu saja, tidak akan terjadi percepatan,” kata Irman.

Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026 dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Reti Wafda. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bappeda Sumatera Barat Zefnihan, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Andi Satrio Biwodo, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumatera Barat M. Dody Fachrudin, akademisi Universitas Andalas Syafruddin Karimi, serta Ketua Umum Kadin Sumatera Barat Buchari Bachter, dengan moderator Two Efli.

Jumlah peserta yang hadir melampaui target, dari sekitar 150 menjadi lebih dari 200 orang, menunjukkan tingginya perhatian terhadap upaya pemulihan ekonomi daerah.

Sebagai tindak lanjut, hasil seminar ini akan dirumuskan dalam rekomendasi kebijakan melalui pembentukan tim perumus guna mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. (rn/*/pzv)

Komentar