Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Alokasi Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurfirmanwansyah, Apt., M.M, diarahkan untuk memperkuat literasi politik dan kepemimpinan pemilih pemula melalui pelatihan selama dua hari, 14–15 Februari 2026, di Aula Alahan Panjang Resort, Lembah Gumanti. Kegiatan ini menyasar pelajar SLTA se-Solok Raya sebagai bagian dari penguatan kualitas partisipasi demokrasi sejak dini.
Pelatihan Pendidikan Politik dan Kepemimpinan tersebut digelar di Lembah Gumanti dengan melibatkan ratusan pelajar. Kegiatan diselenggarakan oleh Idea Corner, komunitas anak muda kreatif bermoto “Inovasi Cerdas untuk Masa Depan Digital”.
Nurfirmanwansyah menegaskan, investasi politik tidak sebatas atribut kampanye, melainkan membangun kesadaran generasi muda agar menjadi pemilih rasional dan beretika.
“Generasi muda harus menjadi pemilih yang rasional, bukan emosional. Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi jalan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan tegaknya hukum,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menilai pendidikan politik bagi pemilih pemula menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas partisipasi, membangun nalar kritis, serta menanamkan etika kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, demokrasi yang sehat lahir dari pemilih yang sadar.
Dalam sesi literasi digital, ia juga mengingatkan pentingnya kecakapan memanfaatkan teknologi secara bijak di tengah arus informasi.
“Teknologi adalah alat. Kalau tidak cerdas menggunakannya, kita bisa dikendalikan oleh arus informasi yang salah,” pesannya.
Kegiatan menghadirkan Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA, akademisi dan Ketua RTIK Sumbar, yang membahas peran teknologi dalam demokrasi modern. Selain itu, Supri Ardi, S.Kom, M.I.Kom, penggiat media sosial, memaparkan strategi membangun personal branding yang sehat dan produktif di ruang digital.
Peserta tidak hanya menerima materi teoretis, tetapi juga dibekali pemanfaatan media sosial secara produktif dan legal. Pelatihan ini menghubungkan pendidikan politik dengan penguatan kapasitas generasi muda di era digital sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. (rn/*/pzv)










Komentar