Nurfirmanwansyah Dorong 74 Nagari Solok Perkuat Transformasi Digital

Parlemen21 Dilihat

Solok, RANAHNEWS.com – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nurfirmanwansyah, Apt., MM., mendorong 74 nagari di Kabupaten Solok memperkuat transformasi digital melalui program Penguatan Smart Village Nagari se-Kabupaten Solok. Program yang digelar di Hotel Primer Kota Solok, Sabtu (8/8/2026), itu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengelola website, pegiat media sosial, dan komunitas literasi digital, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan yang diinisiasi melalui sosialisasi Peraturan Daerah bidang pendidikan tersebut diikuti 100 peserta. Sebanyak 74 peserta merupakan operator website dari 74 nagari di Kabupaten Solok, sementara 26 lainnya terdiri atas pegiat media sosial, pendamping literasi media, dan kreator digital berbasis AI.

Nurfirmanwansyah mengatakan perkembangan teknologi berlangsung cepat sehingga masyarakat dan pemerintah nagari harus mampu beradaptasi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik di tingkat nagari.

“Hari ini perkembangan zaman bergerak sangat cepat. Kita sudah beririsan dengan AI atau kecerdasan buatan. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi. Smart Village bukan hanya tentang memiliki website, tetapi bagaimana website nagari benar-benar menjadi instrumen pelayanan publik yang efektif, cepat, transparan, dan berbasis digital,” tegas Nurfirmanwansyah.

Ia menjelaskan, digitalisasi pelayanan publik di tingkat nagari dapat memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, efisiensi administrasi pemerintahan, transparansi penggunaan anggaran, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada warga.

“Pelayanan publik hari ini harus berbasis digital. Website nagari harus berkembang menjadi pusat layanan masyarakat, pusat informasi pembangunan, promosi potensi nagari, dan ruang partisipasi warga. Dengan demikian, nagari tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Nurfirmanwansyah juga menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi Peraturan Daerah bidang pendidikan. Menurutnya, peningkatan kapasitas digital masyarakat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok.

“Kita berharap IPM Kabupaten Solok terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan IPM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pendidikan, literasi digital, kemampuan teknologi, dan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ia menambahkan, bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam dua dekade mendatang perlu dipersiapkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global. Karena itu, program Smart Village menjadi salah satu instrumen dalam membangun sumber daya manusia hingga tingkat nagari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok yang diwakili Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Yunarti Sahara, SH., MH., mengapresiasi kepedulian Nurfirmanwansyah terhadap pembangunan nagari di Kabupaten Solok.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Nurfirmanwansyah yang akrab disapa Ustad Anca karena telah menunjukkan kepedulian terhadap nagari-nagari di Kabupaten Solok. Program Smart Village ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Creative Hub. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan Kabupaten Solok dapat menjadi pilot project pengembangan Smart Village di Sumatera Barat,” ujar Yunarti.

Menurut Yunarti, digitalisasi nagari tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola pelayanan kepada masyarakat, transparansi pemerintahan, dan peningkatan partisipasi publik dalam pembangunan nagari.

Wakil Rektor II Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Dr. Nidia Anggraini Das, SE., MM., menyatakan kesiapan perguruan tinggi untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan Smart Village di Kabupaten Solok.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ustad Anca atas kepercayaannya. Yendi Putra yang menjadi ketua pelaksana kegiatan ini merupakan salah satu dosen terbaik di UMMY Solok. Kami siap berkolaborasi karena program seperti ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan nagari dan daerah,” ungkap Nidia.

Ia menilai sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi digital di tingkat desa dan nagari.

Ketua Pelaksana kegiatan, Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA., CSCU., CEH., menjelaskan pelatihan tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan website nagari, literasi digital, keamanan informasi, pemanfaatan media sosial, serta penerapan AI untuk mendukung pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat.

“Terima kasih kepada Pak Anca yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari operator website 74 nagari se-Kabupaten Solok, ditambah 26 peserta dari kalangan pegiat media sosial, pendamping literasi media, dan kreator digital AI. Kami ingin membangun ekosistem digital yang kuat hingga ke tingkat nagari,” jelas Yendi.

Ia berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di nagari masing-masing sehingga website nagari berkembang menjadi pusat informasi dan pelayanan masyarakat yang aktif.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai pengelolaan website nagari, pemanfaatan AI untuk pelayanan publik, strategi penguatan literasi digital, serta peluang kolaborasi antara pemerintah nagari, perguruan tinggi, dan komunitas digital.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DPMN Kabupaten Solok yang diwakili Yunarti Sahara, Wakil Rektor II UMMY Solok Dr. Nidia Anggraini Das, serta Dosen Terbaik UMMY Solok sekaligus Ketua Pelaksana Yendi Putra.

Melalui program Penguatan Smart Village Nagari se-Kabupaten Solok, Nurfirmanwansyah berharap seluruh nagari mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki sistem pelayanan publik berbasis digital, dan mengoptimalkan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi informasi menuju Indonesia Emas 2045. (rn/*/pzv)

Komentar