DPRD Sumbar Apresiasi Sinergi Pusat-Daerah Pulihkan UMKM Pascabencana

Parlemen66 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Upaya pemulihan 4.876 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak bencana di Sumatera Barat diperkuat melalui kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit, yang diresmikan Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza, Jumat (23/1/2026), di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menyambut positif inisiatif tersebut sebagai wujud nyata sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam melindungi sekaligus memulihkan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Kami sangat mengapresiasi program aktivasi Klinik UMKM Minang Bangkit ini. Ini merupakan gagasan kolaborasi pusat dan daerah yang memang sangat kita harapkan. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM, terlebih Wakil Menteri hadir langsung,” ujar Muhidi.

Ia menegaskan, Klinik UMKM Minang Bangkit dirancang untuk memprioritaskan pendampingan UMKM terdampak bencana, namun tetap membuka akses bagi pelaku UMKM lainnya yang membutuhkan penguatan usaha.

“Fokus utama memang UMKM terdampak bencana. Namun tidak menutup kemungkinan UMKM lain juga bisa masuk. Yang terpenting, klinik ini bekerja serius, fokus, dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Muhidi, konsep klinik diterapkan dengan pendekatan menyerupai layanan kesehatan, yakni melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi usaha sebelum menentukan langkah pemulihan.

“Karena ini klinik, maka intinya memeriksa. Apa masalah UMKM-nya, apa kebutuhannya, lalu apa resep agar UMKM itu bisa maju dan berkembang kembali,” jelasnya.

Pendekatan tersebut mencakup identifikasi persoalan usaha, analisis kebutuhan pendampingan, serta penyusunan rekomendasi atau strategi konkret yang aplikatif. Dengan demikian, pemulihan UMKM diharapkan berjalan terarah dan berkelanjutan.

Muhidi juga mengimbau para pelaku UMKM, khususnya yang terdampak bencana, untuk memanfaatkan fasilitas Klinik UMKM Minang Bangkit secara optimal sebagai sarana pemulihan dan peningkatan kapasitas usaha.

“Kita harap seluruh UMKM memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Ini adalah kesempatan untuk pulih dan bangkit kembali bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza menyatakan, Klinik UMKM dibentuk sebagai pusat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana, sekaligus mendorong pelaku usaha agar dapat naik kelas.

“Klinik UMKM ini menjadi simpul koordinasi untuk pendataan UMKM by name by address, pemulihan mental dan trauma healing, pendampingan usaha terarah, akses pembiayaan yang tepat, serta penguatan akses pasar melalui digitalisasi,” ujar Helvi.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai Klinik UMKM Minang Bangkit sejalan dengan kebutuhan masyarakat Sumatera Barat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Berdasarkan data, dari total 740.347 UMKM di Sumatera Barat, sebanyak 4.876 UMKM tercatat terdampak langsung bencana, sementara 11.107 pelaku UMKM nasabah perbankan turut terdampak secara langsung maupun tidak langsung.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD, Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan UMKM sebagai fondasi perekonomian Sumatera Barat. (rn/*/pzv)

Komentar