Dari Dharmasraya, Akmal Malik Pimpin Otonomi Daerah

News36 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com – Akmal Malik, putra asli Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menorehkan kiprah nasional setelah dipercaya menjabat Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri serta mengemban amanah sebagai Penjabat Gubernur Kalimantan Timur pada periode 2023–2025.

Kepercayaan tersebut menempatkan Akmal sebagai salah satu birokrat daerah yang berperan strategis di tingkat nasional, khususnya saat memimpin Kalimantan Timur yang menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Jabatan itu menegaskan perannya tidak hanya dalam administrasi pemerintahan, tetapi juga dalam pengelolaan wilayah strategis nasional.

Akmal Malik lahir di Dharmasraya pada 16 Maret 1970. Kariernya di pemerintahan dimulai dari tingkat paling bawah di Sumatera Barat. Ia pernah bertugas di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Padang Pariaman, hingga menjadi penjabat sementara Kepala Desa Barangan yang kini dikenal sebagai Nagari Lurah Ampalu.

Pengalaman bertugas di tingkat nagari dan kecamatan tersebut membentuk pemahaman Akmal terhadap dinamika masyarakat akar rumput, sebelum menapaki jenjang birokrasi yang lebih tinggi hingga ke pusat pemerintahan.

Latar belakang akademiknya ditempa melalui pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor. Ia kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor di Universitas Brawijaya dan dianugerahi gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Islam Sultan Agung pada April 2024.

Dalam perjalanan kariernya menuju pusat pemerintahan, Akmal tetap menempuh jalur seleksi formal. Ia mengikuti proses tes murni saat akan bertugas di kementerian, meskipun memiliki akses, sebagai bentuk komitmen terhadap integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara.

Selain menjalankan tugas struktural, Akmal juga aktif dalam organisasi profesi. Ia tercatat memimpin Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) di tingkat nasional. Di masa lalu, Akmal turut terlibat dalam panitia pemekaran Kabupaten Dharmasraya, yang menjadi bagian dari catatan kontribusinya bagi daerah asal.

Kepercayaan negara kepada Akmal Malik untuk menjabat sebagai Penjabat Gubernur di dua provinsi berbeda, yakni Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur, serta menduduki posisi Dirjen Otonomi Daerah, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumatera Barat.

Kiprah tersebut menunjukkan bahwa birokrat daerah mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional dengan bekal kompetensi, pengalaman lapangan, dan konsistensi dalam pengabdian kepada negara. (Akn)

Komentar