Pengobatan Gratis Jangkau Warga Terdampak Bencana Pasbar

News127 Dilihat

Pasaman Barat, RANAHNEWS.com — Akses layanan kesehatan bagi masyarakat nagari kembali diperkuat Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui kegiatan pengobatan gratis yang menyasar wilayah terdampak bencana. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat, khususnya di daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.

Kegiatan pengobatan gratis tersebut digelar Pemkab Pasaman Barat bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pasaman Barat di Batas Semut (Bateh Samuik), Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kamis (8/1). Pelaksanaan kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Pasaman Barat ke-22, Hari Kesehatan Nasional ke-61, serta HUT IDI ke-75.

Selain pemeriksaan dan pengobatan gratis yang melibatkan dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter umum, masyarakat setempat juga menerima bantuan sembako sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar warga.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, perwakilan Dandim, Asisten I Setia Bakti, Ketua TP-PKK Pasbar Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua GOW Ny. Gusmalini, Ketua DWP Ny. Erisa Doddy San Ismail, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta tenaga kesehatan. Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat.

Asisten I Setia Bakti menyampaikan bahwa respons masyarakat terhadap layanan kesehatan ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 80 orang memanfaatkan layanan pengobatan gratis yang disediakan.

“Sebanyak 33 dokter terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari tujuh dokter gigi, 10 dokter spesialis, dan 16 dokter umum yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Bateh Samuik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa lokasi kegiatan dipilih karena merupakan wilayah terdampak bencana. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Pemkab Pasbar dalam menghadirkan layanan kesehatan secara langsung hingga ke nagari-nagari.

“Ini merupakan program unggulan pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tidak hanya di daerah terdampak bencana, tetapi juga sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IDI Pasaman Barat, dr. Oktaherminiza, Sp.B, Subsp.Onk(K), menyampaikan bahwa keterlibatan para dokter merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi warga di wilayah terdampak banjir dan longsor serta daerah yang sempat terisolasi.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias memeriksakan kesehatannya. Keluhan yang paling banyak ditemui antara lain penyakit kulit, pegal-pegal, batuk, dan demam,” katanya. (rn/*/idn)

Komentar