Pemkab Solok Tetapkan Darurat Bencana Akibat Hujan Ekstrem

News170 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS — Hujan berintensitas tinggi yang terus mengguyur Kabupaten Solok sejak beberapa hari terakhir kembali memicu rangkaian bencana hidrometeorologi. Banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga terputusnya akses jalan terjadi di berbagai wilayah, sementara prediksi BMKG menunjukkan intensitas hujan akan tetap tinggi hingga 27 November 2025.

Bencana yang meluas tersebut berdampak pada sarana dan prasarana vital serta mengenai sekitar seribuan warga di sejumlah kecamatan. Pemerintah Kabupaten Solok pun segera menggelar rapat koordinasi di Kantor Camat Kubung Koto Baru pada Selasa, 25 November 2025.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD melaporkan lonjakan kejadian bencana yang dipicu hujan lebat berhari-hari.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, curah hujan diperkirakan terus meningkat hingga 27 November 2025, sehingga sebagian besar wilayah Kabupaten Solok terdampak banjir, longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan jalan dan jembatan,” ujarnya. Ia meminta arahan untuk menetapkan status keadaan darurat bencana.

Camat Kubung Acil Fasra menyampaikan wilayah terdampak banjir meliputi Nagari Koto Baru, Salayo, Koto Hilalang, dan Gantung Ciri. Banjir merendam sejumlah jorong dan memutus akses warga, sementara longsor di Gantung Ciri memutus jembatan penghubung menuju Nagari Cupak.

“Ada sekitar 1.000 warga atau 512 KK terdampak. Sekitar 60 hektare sawah terendam, 150 ekor itik dan dua ekor kambing hilang, dan irigasi Banda Panjang tidak dapat dilintasi. Di Koto Hilalang, 70 KK terisolasi akibat jembatan ambruk,” katanya.

Dari Kecamatan Junjung Sirih, Camat Neni Amelia melaporkan kerusakan jalan dan sawah terendam di beberapa jorong, serta kendala transportasi akibat jembatan provinsi yang belum dapat dilalui.

“Ada empat rumah terdampak di sepanjang sungai di Dusun Cacang dan Dusun Muaro Jaya. Arus sungai yang deras membuat jembatan tidak bisa dilewati,” tuturnya.

Camat X Koto Singkarak, Chrismon Darma, juga melaporkan banjir di dua nagari, yakni Koto Sani dan Saning Baka, yang berdampak pada delapan KK serta merusak sawah dan batu penahan tebing.

“Di Jorong Balai Batingkah terdapat tiga rumah warga terdampak, dan sawah di Padang Balimbing seluas setengah hektare terendam,” katanya.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok resmi menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana selama 14 hari terhitung 25 November 2025 dengan status Siaga I atau Awas. Langkah ini diambil untuk percepatan penanganan dan pemulihan.

Sekda Medison menegaskan penetapan status sesuai arahan Bupati.

“Status kita sudah Siaga Bencana selama 14 hari. Mohon dilengkapi undangan, notulen, SK penetapan status, dan dokumentasinya,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan pemberian bantuan kompensasi berupa stimulan dan dukungan bibit bagi warga terdampak, serta meminta OPD teknis menyusun anggaran kebutuhan berbasis RKB untuk direviu Inspektorat Daerah.

“Masing-masing OPD harus mengusulkan penggunaan Dana BTT yang kemudian direviu sebelum disampaikan kepada Bupati. Logistik makanan harus diprioritaskan hingga warga dapat memasak kembali di rumah,” tegasnya.

Terkait infrastruktur, Dinas PUPR telah menyiapkan laporan dan proposal dampak bencana untuk diajukan ke pemerintah pusat. Sekda juga meminta percepatan perbaikan jembatan melalui gotong royong dengan masyarakat.

“Untuk longsor, kami siap menangani dan alat berat sudah siaga di Lubuk Selasih. Pelibatan masyarakat sangat diperlukan untuk pemulihan akses,” katanya.

Bupati Jon Firman Pandu yang hadir usai peringatan HUT PGRI ke-80 mengapresiasi respons cepat OPD teknis dan menegaskan pemanfaatan Dana BTT harus difokuskan pada masyarakat terdampak.

“Koordinasi antarpemangku kepentingan sangat penting. Saya mengimbau agar seluruh pihak bekerja sesuai fungsi demi mempercepat penanganan di lapangan dan penggunaan Dana BTT harus mengikuti ketentuan berlaku,” ujarnya.

Dengan status darurat yang telah ditetapkan, Pemkab Solok berharap seluruh langkah penanganan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran demi keselamatan serta pemulihan kondisi masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar