Munir Kuasai Dukungan Mayoritas, Peta Kongres PWI 2025 Mengarah Satu Nama

Politik456 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS – 20 Agustus 2025 – Arah dukungan jelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2025 semakin jelas. Nama Akhmad Munir kian mencuat sebagai kandidat yang berpotensi memimpin organisasi wartawan tertua di Indonesia itu setelah meraih dukungan mayoritas dari PWI Provinsi.

Setidaknya 20 PWI Daerah sudah menyatakan sikap mendukung Munir. Jumlah ini diperkirakan bertambah hingga kongres digelar pada 29–30 Agustus mendatang di BPPTIK Komdigi, Cikarang, Bekasi. Dukungan besar tersebut semakin nyata dalam rapat konsolidasi para ketua dan pengurus harian PWI Provinsi di Jakarta, Rabu malam (20/8).

Keputusan sejumlah tokoh untuk mundur dari bursa pencalonan semakin mempertegas posisi Munir. Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua PWI Riau sekaligus Ketua Umum PWI Pusat versi KLB 2024, menegaskan dirinya tidak akan maju. Hal serupa dilakukan Atal S. Depari, Ketua Umum PWI periode 2018–2023, dan Johnny Hardjojo, mantan Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat, yang turut mengalihkan dukungan kepada Munir.

Konsolidasi dukungan itu menempatkan Munir sebagai figur pemersatu sekaligus kandidat terkuat dalam suksesi kepemimpinan PWI. Saat ini, Munir menjabat Direktur Utama LKBN Antara, sekaligus memiliki rekam jejak panjang di organisasi. Ia menegaskan tekadnya memimpin PWI periode 2025–2030 dengan agenda besar memperkuat persatuan dan konsolidasi organisasi.

“Bismillah, saya maju untuk membawa PWI bersatu kembali, melakukan rekonsiliasi, sekaligus konsolidasi organisasi, terutama penguatan PWI di daerah seluruh Indonesia,” ujar Munir yang akrab disapa Cak Munir.

Sebagai mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode dan pernah menjabat Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Munir menyadari betul pentingnya peran wartawan daerah. Menurutnya, denyut kehidupan pers nasional justru lahir dari kerja-kerja wartawan di daerah.

“Darah saya PWI. Sejak mulai jadi wartawan tahun 1991, saya hidup bersama PWI, terutama di daerah. Karena itu saya ingin mengembalikan marwah PWI sekaligus memastikan daerah mendapat perhatian lebih besar,” tegasnya.

Munir menyiapkan program kerja yang menitikberatkan pada kepentingan daerah. Mulai dari konsolidasi organisasi pasca-dualisme, pembangunan ekosistem media nasional, peningkatan kapasitas wartawan lewat uji kompetensi dan pelatihan berjenjang, hingga penguatan media lokal dan workshop digital. Ia juga menekankan digitalisasi kelembagaan serta literasi jurnalisme berbasis teknologi dan kecerdasan buatan.

Dengan dukungan mayoritas PWI Provinsi dan agenda yang berpihak pada penguatan daerah, Munir dipandang sebagai sosok yang mampu mengembalikan martabat PWI sebagai rumah besar bagi wartawan Indonesia. (rn/*/pzv)

Komentar