Jakarta, RANAHNEWS.com – Forum Perantau Minang untuk Pram–Doel menyampaikan kekecewaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung karena menilai sejumlah komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat Minang saat masa kampanye Pilkada belum menunjukkan realisasi hingga kini.
Ketua Umum Relawan Forum Perantau Minang untuk Pram–Doel, M. Rafik Perkasa Dt Rajo Kuaso, mengatakan pihaknya tidak meminta perlakuan istimewa, melainkan mengingatkan pemerintah agar memenuhi komitmen politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat Minang di Jakarta.
“Kami tidak meminta keistimewaan. Kami hanya menagih komitmen yang pernah disampaikan sendiri kepada masyarakat Minang. Janji politik adalah utang moral yang harus dipenuhi,” tegas Rafik.
Menurutnya, saat kampanye pasangan Pramono Anung–Rano Karno (Pram–Doel) menyampaikan sejumlah komitmen kepada masyarakat Minang, di antaranya memperkuat peran warga Minang dalam pembangunan Jakarta, mendukung pengembangan UMKM melalui permodalan, pelatihan, dan pemasaran, memperluas program beasiswa bagi putra-putri Minang berprestasi, mempermudah akses kerja, membuka ruang dialog dengan masyarakat Minang, mendukung pelestarian kuliner rendang sebagai warisan budaya, serta mendorong pembangunan pusat budaya Minang atau Rumah Gadang di Jakarta.
Namun, Forum Perantau Minang untuk Pram–Doel menilai berbagai komitmen tersebut hingga saat ini belum terlihat implementasinya secara nyata.
Rafik menyebut masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, seperti belum adanya program yang secara khusus menyentuh masyarakat Minang, pengembangan UMKM yang dinilai belum optimal, belum adanya kepastian pembangunan pusat budaya Minang, aspirasi masyarakat yang belum mendapat tindak lanjut, serta belum terlihat dukungan konkret terhadap pengembangan rendang sebagai ikon kuliner Minang.
“Saat kampanye janjinya begitu indah. Setelah terpilih, jangan sampai masyarakat merasakan seolah-olah pemerintah mengalami ‘amnesia’ terhadap janji-janji yang pernah disampaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan kritik tersebut merupakan bentuk kontrol sosial sekaligus pengingat agar pemerintah tetap konsisten terhadap komitmen politik yang telah disampaikan kepada masyarakat.
“Warga Minang di Jakarta ikut berkontribusi bagi kemajuan ibu kota. Karena itu, kami berharap pemerintah tidak melupakan aspirasi kami. Jangan hanya datang saat membutuhkan dukungan politik, lalu menghilang setelah memperoleh kekuasaan,” katanya.
Forum Perantau Minang untuk Pram–Doel berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membuka ruang dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat Minang serta mulai merealisasikan berbagai program yang pernah dijanjikan.
“Kami bersuara karena kami peduli. Kami tidak sedang mencari konflik, tetapi menagih janji. Janji adalah utang moral yang harus dipenuhi,” tandas Rafik. (rn/*/pzv)










Komentar