25 Pemuda Ikuti Program SSW, Pemko Pariaman Dukung Kerja ke Jepang

Pendidikan443 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS — Pemerintah Kota Pariaman menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan generasi mudanya menghadapi tantangan global. Sebanyak 25 peserta mengikuti Pelatihan Bahasa Jepang bagi Calon Pekerja Migran Indonesia melalui Program Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) bekerja sama dengan Yayasan Padang Nihon Go Gakuin (PNGG).

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota pada Rabu, 28 Mei 2025. Dalam sambutannya, Yota menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, terutama generasi muda.

“Ini bagian dari upaya strategis kita mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan siap bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang melalui skema SSW,” ujar Yota. Ia juga menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari gerakan Pariaman Perkasa melalui inisiatif “Pemuda Pariaman Siap Kerja” yang diusung kepemimpinan Balad-Mulyadi.

Menurutnya, Jepang tengah menghadapi krisis tenaga kerja karena pertumbuhan penduduk yang rendah dan dominasi kelompok usia lanjut. Hal ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia. “Namun, agar bisa bekerja di sana, kita harus menguasai bahasa Jepang dan memahami budayanya,” imbuhnya.

Yota juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program ini. “Membangun sumber daya manusia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ucapnya. Ia juga mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat dalam pelatihan ini.

Kepala DPMPTSP Naker, Gusniyetti Zaunit, menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung selama tiga bulan. Peserta dibekali keterampilan berbahasa Jepang hingga tingkat N4 atau JFT-Basic A2, serta pemahaman tentang budaya, etika kerja, dan kehidupan di Jepang.

“Ini adalah peluang besar. Sertifikat bahasa Jepang menjadi syarat utama untuk bisa mengikuti program kerja ke Jepang secara legal. Kami ingin anak-anak muda kita tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga secara mental dan sosial,” terang Gusniyetti.

Pemerintah Kota Pariaman melihat pelatihan ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tingkat global. (rn/*/pzv)

Komentar