Zigo Rolanda Desak Evaluasi Jalinsum Usai Tragedi Bus ALS

Nasional88 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan transportasi darat pascakecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menewaskan 16 orang.

Menurut Zigo, tragedi di salah satu jalur utama transportasi Sumatera tersebut harus menjadi perhatian serius untuk memperkuat pengawasan angkutan umum, infrastruktur jalan, hingga kendaraan pengangkut logistik dan bahan berbahaya.

“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kehilangan 16 nyawa dalam satu insiden adalah musibah besar bagi kita semua,” ujar Zigo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Ia menegaskan penanganan tragedi tidak boleh berhenti pada pendataan korban semata. Pemerintah diminta menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi tata kelola transportasi publik dan pemeliharaan infrastruktur nasional, khususnya di ruas Jalinsum.

“Jalinsum adalah urat nadi ekonomi Sumatera. Tidak boleh ada pembiaran terhadap kerusakan jalan karena taruhannya adalah nyawa,” tegas politisi Partai Golkar asal Daerah Pemilihan Sumatera Barat I itu.

Selain kondisi jalan, Zigo juga menyoroti temuan aparat terkait adanya tabung gas, sepeda motor, hingga mesin yang diangkut di dalam bus penumpang. Ia menilai praktik tersebut membahayakan keselamatan penumpang dan melanggar standar keselamatan transportasi umum.

“Bus penumpang bukan truk logistik. Membawa barang mudah terbakar seperti tabung gas dan sepeda motor di dalam bus sangat fatal terhadap keselamatan penumpang,” katanya.

Ia meminta operator bus yang melanggar aturan keselamatan diberikan sanksi tegas. Di sisi lain, pengawasan terhadap kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun (B3), termasuk armada BBM, juga perlu diperketat.

Menurutnya, standar keamanan kendaraan pengangkut BBM harus dievaluasi agar memiliki sistem mitigasi risiko yang lebih baik saat terjadi benturan atau kecelakaan.

Zigo juga mendorong Kementerian Perhubungan meningkatkan pengawasan di terminal dan titik keberangkatan guna memastikan kendaraan penumpang tidak digunakan untuk mengangkut barang berbahaya.

“Fungsi kontrol harus berjalan. Kalau barang berbahaya bisa masuk ke bus penumpang, berarti pengawasan di terminal atau titik keberangkatan masih lemah,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar