Pariaman, RANAHNEWS — Pemerintah Kota Pariaman menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan desa agar pengelolaan keuangan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan. Penegasan itu disampaikan Wali Kota Pariaman Yota Balad saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Efektif dan Akuntabel di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Senin (4/11/2025).
Acara yang diikuti oleh 55 kepala desa beserta bendahara desa ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan keuangan desa dikelola dengan prinsip good governance demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Yota Balad menekankan bahwa APBDes merupakan instrumen utama pemerintah desa dalam menjalankan fungsi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar tetap sehat, efisien, dan berkelanjutan.
“APBDes memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendukung pertumbuhan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus dijaga melalui peningkatan pendapatan desa, pembiayaan inovatif, dan belanja yang berkualitas,” ujar Yota Balad.
Ia menegaskan bahwa kepala desa merupakan ujung tombak pelaksanaan visi dan misi pemerintah daerah di tingkat akar rumput. Kepala desa, katanya, harus mampu menerjemahkan kebijakan daerah ke dalam program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kepala desa sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa harus bersinergi dan bekerja sama untuk menerapkan prinsip transparan, akuntabel, partisipatif, dan sesuai dengan prinsip good governance,” jelasnya.
Yota juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara kepala desa dengan perangkat dan masyarakat sebagai mitra kerja utama dalam pembangunan desa. Ia menilai koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Seorang kepala desa harus mampu menjalin kerja sama yang solid dan terbuka. Tanpa koordinasi yang kuat, sulit mencapai hasil maksimal dalam pelayanan maupun pembangunan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi seluruh kepala desa untuk memperbaiki sistem pengelolaan desa secara berkelanjutan.
“Dengan tata kelola yang baik, kita optimistis dapat mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Visi ini harus menjadi semangat bersama seluruh perangkat desa,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari IPDN Kampus Sumatera Barat, yakni Lalu Satria Utama (Lektor Kepala), Ardieansyah (Lektor), Rotzami (Asisten Ahli), dan Yetty Sembiring (Asisten Ahli), yang membagikan pengalaman serta strategi penguatan tata kelola desa yang akuntabel dan berbasis pelayanan publik. (rn/*/pzv)

















Komentar