Wawako Padang Dorong Guru Madrasah Sukseskan Program Smart Surau

Pendidikan346 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendorong para guru dan tenaga kependidikan untuk menjadi motor penggerak perubahan melalui program unggulan Pemkot Padang, Smart Surau. Dorongan itu ia sampaikan saat menjadi pemateri dalam Lokakarya MAN 3 Padang Plus Keterampilan, yang digelar di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis (14/8/2025).

Dalam pemaparannya, Maigus menegaskan Smart Surau adalah program integratif yang menghubungkan peran masjid dengan kehidupan sosial, teknologi, dan pendidikan generasi muda. “Program ini mencakup kegiatan seperti Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn, Ruang Pembelajaran Digital di Masjid, dan penyediaan Wi-Fi gratis,” jelasnya.

Program yang resmi diluncurkan 26 Juli 2025 itu akan mulai disosialisasikan pada 1 September dan diterapkan penuh pada 1 Oktober mendatang. Sebagai tahap awal, Pemkot Padang telah menyiapkan 12 masjid percontohan lengkap dengan fasilitas ruang digital, sarana IT, Digital Park, perpustakaan, dan pusat layanan sosial ekonomi.

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaannya, telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Smart Surau. Satgas ini mengawal program yang di antaranya mewajibkan shalat berjamaah tiga waktu utama — Subuh, Magrib, dan Isya — serta pembelajaran Al-Qur’an. “Kami juga menyiapkan aplikasi untuk memantau kehadiran anak-anak di kegiatan tersebut,” tambah Maigus.

Ia pun mengajak para guru MAN 3 Padang untuk ikut mensosialisasikan Smart Surau di masyarakat. Menurutnya, guru madrasah yang dekat dengan masjid dan memiliki latar pendidikan agama dapat menjadi jembatan efektif dalam memperkenalkan program ini. “Kami berharap, beberapa tahun ke depan, program ini dapat menjangkau lebih dari 1.600 rumah ibadah di Kota Padang demi membentuk generasi beriman, berkarakter, dan terlindung dari pengaruh negatif,” ujarnya optimistis.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, menilai lokakarya ini menjadi sarana pembinaan dan peningkatan wawasan guru serta tenaga kependidikan. Selain menjadi forum diskusi untuk mencari solusi berbagai persoalan pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ajang persiapan menghadapi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning.

“Kegiatan berlangsung tiga hari, 13–15 Agustus 2025, diikuti 106 peserta, dan menghadirkan narasumber dari pemerintah, akademisi, serta praktisi. Melalui lokakarya ini, kami berharap kemajuan madrasah semakin pesat sekaligus mendukung program Pemkot Padang,” tutur Marliza. (rn/*/pzv)

Komentar