Wali Kota Pariaman Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Minangkabau Lewat Festival Carano

Ragam372 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS — Deru ombak Pantai Gandoriah menjadi saksi semangat ratusan pelajar SD/MI dari berbagai daerah di Sumatera Barat yang tampil dalam Festival Malingka Carano jo Arai Pinang 2025, Rabu (15/10). Untuk ketiga kalinya, kegiatan ini digelar oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MK3S) Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap adat dan budaya Minangkabau sejak usia dini.

Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka langsung festival yang berlangsung di panggung utama Pantai Gandoriah. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta serta dukungan seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan budaya tersebut.

“Carano adalah warisan budaya dengan makna filosofis yang dalam dalam setiap prosesi adat Minangkabau. Melalui lomba ini, kita tidak sekadar mencari juara, tetapi menanamkan rasa cinta dan pemahaman terhadap nilai-nilai adat sejak dini,” ujar Yota Balad.

Ia menegaskan, festival ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Pariaman untuk menjaga kelestarian budaya Minangkabau, khususnya keterampilan merangkai sirih dan pinang dalam wadah carano, simbol penghormatan dan kebersamaan dalam adat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya ajang kompetisi, melainkan wahana pembelajaran karakter dan adab. “Festival ini mengajarkan anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang sopan, beradab, dan menjunjung tinggi falsafah Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” tambahnya.

Wali Kota juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan generasi muda yang bangga terhadap budayanya. “Kita ingin anak-anak kembali mengamalkan pepatah bajanjang naiak, batanggo turun, menjadikan kearifan lokal sebagai pegangan hidup, dan berkontribusi dalam upaya kembali ke nagari,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, menyampaikan bahwa festival tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga sejak pertama digelar pada 2022. Berbeda dari tahun sebelumnya yang berskala kota, kini festival mencakup seluruh daerah di Sumatera Barat.

“Pada 2025 ini, sebanyak 86 peserta mengikuti lomba dan memperebutkan total hadiah Rp3,8 juta serta piala bergilir Wali Kota Pariaman,” ungkap Hertati.

Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, melainkan menjadi tradisi pendidikan berbasis budaya di lingkungan sekolah. “Mari kita jadikan festival ini sebagai langkah awal membentuk generasi yang bangga dengan budaya Minangkabau, menjadikannya bagian dari kehidupan dan landasan moral di masa depan,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar