Wali Kota Fadly Amran Tegaskan Pemulihan Cepat sebagai Prioritas Utama Kota Padang

News196 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Langkah percepatan pemulihan pascabencana menjadi fokus utama Pemerintah Kota Padang setelah serangkaian bencana hidrometeorologi melanda berbagai kawasan dalam sepekan terakhir. Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan seluruh unsur terkait bergerak memperkuat koordinasi agar tahap darurat dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan darurat yang digelar pada Sabtu (29/11/2025), Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa kota tersebut telah berada dalam status tanggap darurat sejak 25 November hingga 8 Desember 2025. Seluruh instansi pemerintah, TNI/Polri, serta para pemangku kepentingan dimaksimalkan untuk evakuasi warga, pembersihan material banjir dan longsor, distribusi bantuan, hingga pemulihan layanan dasar.

Pada kesempatan itu, Fadly menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita ingin percepatan pemulihan berjalan efektif dan seluruh kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa BPBD, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, dan berbagai OPD telah mengerahkan armada untuk membersihkan material banjir dan longsor di seluruh kecamatan, termasuk membuka kembali akses jalan umum yang sebelumnya terputus.

“Pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta jumlah korban terdampak harus valid dan terus diperbarui agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan riil,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Maigus Nasir menambahkan bahwa camat dan lurah harus memastikan tidak ada warga terdampak yang luput dari penanganan. Ia menekankan pentingnya layanan cepat dan pemenuhan kebutuhan mendesak warga di seluruh titik terdampak.

Dari unsur TNI, Wadan Kodaeral II Padang Laksamana Pertama TNI Mulyadi mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Penanganan Darurat Bencana untuk memperkuat koordinasi terpadu. Ia menyoroti kebutuhan peta pengungsian, tenaga medis, serta dukungan genset bagi wilayah yang masih mengalami gangguan listrik.

Dukungan juga datang dari legislatif. Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyampaikan komitmen DPRD dalam mempercepat dukungan anggaran untuk kebutuhan mendesak di lapangan.

Sementara itu, Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo melaporkan bahwa jajaran kepolisian telah melakukan pembersihan material banjir di sejumlah titik, memastikan kelancaran jalur evakuasi, serta memperketat patroli di kawasan rawan selama masa darurat.

Dandim 0312/Padang Kolonel Inf Ferry Adianto juga menyampaikan bahwa TNI fokus membuka akses menuju wilayah terisolasi sekaligus membantu mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem lanjutan.

Dari sisi meteorologi, BMKG Minangkabau menyatakan bahwa prediksi curah hujan harian di Padang diperkirakan hanya sampai 28 November 2025.

“Meski demikian, potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem masih mungkin terjadi beberapa hari ke depan. Peringatan dini terus diperbarui dan masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan,” ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha. (rn/*/pzv)

Komentar