Wabup Candra Ajak BKMT Solok Perkuat Syiar Islam dan Cegah Penyakit Masyarakat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Wakil Bupati Solok, Candra, mengajak Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Solok memperkuat syiar Islam, menghidupkan majelis ilmu, dan meningkatkan kepedulian terhadap penyakit masyarakat melalui pembinaan agama serta ajakan menuju kebaikan.

Ajakan tersebut disampaikan Candra saat menghadiri Musyawarah Kerja (Raker) BKMT Kabupaten Solok yang diawali dengan pengajian dan majelis ilmu di Masjid Raya Sumani, kemudian dilanjutkan di MTs Muhammadiyah Sumani, Minggu (18/10/2026).

Candra menegaskan, majelis taklim tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat keimanan, memperluas wawasan keislaman, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, ia mengutip hadis sahih riwayat Imam Muslim nomor 2699 tentang keutamaan menuntut ilmu.

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga,” ujar Candra, mengutip sabda Rasulullah SAW.

Menurutnya, kehadiran dalam majelis ilmu merupakan kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia berharap para anggota BKMT memperoleh keberkahan dari kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat lainnya untuk mengikuti majelis taklim.

Candra juga mengapresiasi pengurus dan panitia BKMT Kabupaten Solok yang tetap meluangkan waktu di tengah kesibukan keluarga dan pekerjaan untuk menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan.

“Tidak banyak orang yang mau menyibukkan dirinya dengan urusan umat. Karena itu, bersyukurlah Bapak dan Ibu yang telah diberikan amanah untuk mengurus masyarakat. Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan kesempatan untuk berbuat kebaikan dan memberikan manfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Ia secara khusus mengapresiasi Ketua BKMT Kabupaten Solok, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., MM.CWC, beserta seluruh pengurus yang terus menghidupkan syiar Islam melalui berbagai kegiatan majelis taklim.

Candra selanjutnya mengingatkan bahwa pengamalan rukun Islam perlu diiringi dengan amal saleh, kepedulian sosial, dan upaya mengajak sesama melakukan kebaikan.

Menurutnya, mengajak keluarga, tetangga, dan masyarakat menghadiri pengajian, memakmurkan masjid, serta mengikuti kegiatan keagamaan merupakan bentuk pengabdian yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Bisa jadi, melalui ajakan sederhana yang kita sampaikan dengan ikhlas, seseorang mendapatkan hidayah dan mulai menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Karena itu, jangan hanya kita sendiri yang mengikuti majelis taklim. Mari ajak keluarga, tetangga, dan masyarakat lainnya untuk bersama-sama menuntut ilmu,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Candra juga menyoroti persoalan penyakit masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap acuh terhadap perilaku yang bertentangan dengan nilai agama dan norma sosial.

Ia mengutip hadis ke-34 dalam kumpulan Hadis Arba’in Nawawi, yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, mengenai kewajiban mengubah kemungkaran sesuai kemampuan.

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman,” demikian hadis riwayat Imam Muslim yang disampaikan dalam sambutannya.

Candra menegaskan, pesan tersebut merupakan dorongan untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan, bukan untuk menghakimi sesama. Pencegahan penyakit masyarakat, katanya, perlu dilakukan secara bijaksana, santun, sesuai kemampuan dan kewenangan, serta mengedepankan keteladanan.

Melalui BKMT, ia berharap para anggota majelis taklim dapat menjadi penggerak kebaikan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Penguatan pendidikan agama, komunikasi yang baik, dan kepedulian terhadap lingkungan dinilai penting untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Sementara itu, Ketua BKMT Kabupaten Solok, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., MM.CWC, menyampaikan bahwa musyawarah kerja menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi kepengurusan, mengevaluasi pelaksanaan program, dan menyusun langkah kerja organisasi ke depan.

Ia berharap seluruh pengurus dan anggota BKMT meningkatkan kebersamaan serta berperan aktif menyukseskan program keagamaan di Kabupaten Solok.

Menurut Zulkifli, majelis taklim perlu terus dikembangkan sebagai ruang pembelajaran agama, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta wadah pemberdayaan perempuan dan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

Ia juga mengajak jajaran BKMT menjadikan hasil musyawarah kerja sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan secara terarah, berkesinambungan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BKMT Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Abzul Azis, SP., MM.; Sekretaris BKMT Kabupaten Solok Hamda Khairul Azmi, Lc., M.H.; Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Nurfirmanwansyah, Apt., M.M.; serta Dr. H. Muhammad Sobri, MA., yang bertindak sebagai penceramah.

Hadir pula Wali Nagari Sumani, pengurus Masjid Raya Sumani, dan unsur masyarakat lainnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah kerja sebagai bagian dari upaya memperkuat program dan tata kelola organisasi BKMT Kabupaten Solok. Melalui kegiatan tersebut, BKMT diharapkan semakin memperkokoh perannya dalam pembinaan umat, penguatan ukhuwah Islamiyah, dan pengembangan syiar Islam di tengah masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar