Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Bupati Solok Jon Firman Pandu menargetkan sebanyak 800 sekolah yang telah didaftarkan di Kabupaten Solok dapat memperoleh program revitalisasi selama periode kepemimpinannya. Ia meminta Dinas Pendidikan dan jajaran terkait bekerja keras mengawal pengajuan tersebut hingga mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Jon Firman Pandu menyampaikan hal itu saat meninjau realisasi program revitalisasi sekolah yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta mendukung terciptanya generasi emas.
Kabupaten Solok memperoleh program revitalisasi untuk 12 sekolah pada 2025, yang mencakup jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Pada 2026, daerah tersebut mendapatkan alokasi 76 program revitalisasi untuk jenjang SD, SMP, dan sekolah menengah atas (SMA).
Dalam kunjungan tersebut, Jon Firman Pandu menyebutkan sebanyak 800 sekolah masuk dalam program revitalisasi Presiden Prabowo. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan berbagai program pembangunan pendidikan yang tersedia di kementerian.
“Saya meminta agar seluruh guru dan siswa memanfaatkan dampak dari bantuan ini sebaik-baiknya. Kita jaga dan kita rawat untuk keberlanjutan fasilitas dan sarana bagi generasi kita berikutnya,” ujar Jon Firman Pandu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas perhatian terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Solok.
“Saya menargetkan dalam periode kepemimpinan ini bisa menuntaskan sebanyak 800 sekolah yang telah didaftarkan untuk mendapatkan program revitalisasi. Saya minta Disdik Kabupaten Solok dan jajaran untuk kerja keras mengejar program ini sampai dapat ke kementerian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), Dr. Khairullah, mengatakan program revitalisasi sekolah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Prioritasnya adalah memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran agar lebih layak dan mendukung kegiatan belajar-mengajar.
Perbaikan tersebut meliputi penanganan atap bocor, peningkatan fasilitas kebersihan toilet, perbaikan lantai, serta dukungan digitalisasi pembelajaran.
“Program miliaran yang dikucurkan di setiap sekolah ini harus mencapai sasaran pendidikan yang lebih baik dan meningkat, serta terciptanya modernisasi dalam pembelajaran,” jelas Khairullah.
Menurutnya, program revitalisasi yang diluncurkan Presiden Prabowo bersama Kemendikdasmen merupakan langkah strategis untuk mempercepat modernisasi pendidikan di Indonesia secara menyeluruh.
Selain pembenahan fisik sekolah, pemerintah juga mendorong digitalisasi proses belajar-mengajar melalui penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) yang direncanakan diterapkan di seluruh sekolah.
“Presiden dan Menteri Dikdasmen menargetkan program PID ini terlaksana secara menyeluruh dan serentak di seluruh sekolah. Sehingga target modernisasi di sektor pendidikan anak Indonesia tercapai dalam masa kepemimpinan Presiden saat ini. Insyaallah tahun ini ditambah dan mencapai 800 ribu sekolah penerima,” ujar Khairullah. (E_J)













Komentar