Rupiah Tertekan, Rahmat Saleh Soroti Belanja Konsumtif Pemerintah

Ekonomi40 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret merespons melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat sektor-sektor produktif.

Menurut Rahmat, tekanan terhadap mata uang nasional tidak cukup dijawab dengan kebijakan jangka pendek. Pemerintah perlu menyiapkan langkah yang tepat dan terukur untuk memperkuat fondasi ekonomi dalam jangka panjang.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian legislator asal Sumatera Barat itu adalah pola belanja pemerintah. Ia mengingatkan agar penggunaan anggaran lebih diarahkan pada sektor-sektor yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita mengingatkan agar penggunaan anggaran lebih diarahkan pada sektor-sektor yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Rahmat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menilai kehati-hatian dalam mengelola belanja, terutama yang bersifat konsumtif, menjadi langkah penting di tengah tekanan ekonomi saat ini. Dengan pengelolaan anggaran yang lebih bijak, ruang fiskal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, Rahmat juga menyoroti pentingnya memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Menurutnya, koperasi memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama di daerah dan sektor usaha kecil.

“Penguatan koperasi tidak hanya akan membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk memperluas pemerataan manfaat pembangunan. Karena itu, dukungan pemerintah terhadap sektor tersebut perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Di sisi lain, Rahmat menekankan perlunya pembenahan tata kelola badan usaha milik negara (BUMN). Ia menilai BUMN harus dikelola secara profesional dan transparan agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan perusahaan negara menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap kebijakan dan langkah bisnis yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat.

“Pemerintah harus mengambil langkah dan kebijakan konkret. Pemerintah harus ambil langkah bijak terutama belanja konsumtif. Memperkuat koperasi dan memperkuat pengelolaan BUMN yang lebih transparan,” kata Rahmat.

Ia berharap pemerintah dapat segera menerjemahkan berbagai tantangan ekonomi yang ada ke dalam kebijakan yang efektif.

“Dengan langkah yang tepat, penguatan sektor riil, koperasi, serta tata kelola BUMN yang lebih baik diyakini dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang,” harapnya. (rn/*/pzv)

Komentar