Rakor Evaluasi Pembangunan Dimulai dari Kabupaten Solok, Pemprov Sumbar Dorong Kolaborasi Nyata Antardaerah

Parlemen387 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengawali pelaksanaan rapat koordinasi evaluasi pembangunan daerah tahun 2025 dengan menjadikan Kabupaten Solok sebagai tuan rumah perdana. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 24–25 Juni 2025, di Convention Hall Alahan Panjang, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah kabupaten/kota se-Sumbar, kepala organisasi perangkat daerah, serta sejumlah pejabat dari lingkungan Pemerintah Provinsi.

Rapat yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menjadi wadah menyelaraskan langkah pembangunan lintas wilayah. Dalam sambutannya, Arry menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang strategis untuk menyatukan visi pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Kita tidak bisa lagi bekerja sektoral. Semua pembangunan harus berbasis data yang akurat, terintegrasi antara perencanaan dan penganggaran, serta melibatkan semua pemangku kepentingan secara aktif. Di tengah tantangan keterbatasan fiskal, perubahan iklim, dan transformasi digital, kita dituntut untuk adaptif dan inovatif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa seluruh program pembangunan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam penurunan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, serta penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Solok sebagai tuan rumah pembuka dalam rangkaian rapat koordinasi tahun ini. “Kami ucapkan terima kasih atas kesempatan ini. Semoga forum ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi pembangunan di Sumatera Barat, tidak hanya antara provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga antarwilayah,” ucapnya.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sumbar, Ria Wijayanti, selaku ketua pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergilir (roadshow) ke berbagai kabupaten/kota. Hal ini bertujuan agar evaluasi pembangunan tidak hanya berbasis laporan tertulis, tetapi juga memahami langsung kondisi dan dinamika di masing-masing daerah.

“Forum ini menjadi sarana untuk melihat dari dekat bagaimana capaian dan kendala pembangunan di setiap daerah. Kita harap dari sini lahir rumusan strategi yang lebih tajam dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Provinsi berharap terjadi pertukaran gagasan yang konstruktif, terbangunnya sinergi lintas sektor, serta terbentuknya kebijakan pembangunan yang lebih realistis dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat. (E_J)

Komentar