Pemerintah Provinsi Sumbar Harus Jalin Sinergi Lintas Daerah untuk Percepatan Pembangunan

Oleh: Nevi Zuairina Irwan Prayitno

(Anggota DPR RI, Fraksi PKS

RANAHNEWS – Pelantikan serentak 39 Gubernur dan Wakil Gubernur serta 439 Bupati dan Wali Kota oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari lalu menjadi momentum penting bagi Sumatera Barat. Dengan tantangan zaman yang semakin dinamis, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama percepatan pembangunan di Sumbar.

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina Irwan Prayitno, menegaskan bahwa Sumbar harus mengambil peran dalam rencana strategis pembangunan nasional. Ia menyoroti masih tertinggalnya infrastruktur di provinsi ini dibandingkan daerah lain, seperti Riau, Jambi, dan Bengkulu.

“Sumbar harus menjadikan dirinya bagian dari strategi pembangunan nasional. Infrastruktur kita masih jauh tertinggal, dan ini menjadi kegelisahan banyak kalangan, baik di ranah maupun perantauan,” ujar Nevi.

Menurutnya, momentum pelantikan kepala daerah harus menjadi titik awal bagi seluruh pemimpin di Sumbar untuk berintegrasi dengan program nasional, terutama dalam pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan kebudayaan. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat, yang menuntut pengelolaan dana daerah secara cermat dan sesuai kebutuhan.

“Efisiensi bukan sekadar penghematan, tapi bagaimana kita menggunakan anggaran secara tepat, cermat, dan berdasarkan prioritas pembangunan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk mempercepat pembangunan. Menurutnya, Sumbar beruntung dipimpin oleh kepala daerah yang memiliki akses politik di tingkat nasional, termasuk Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.

“Ini potensi besar yang harus dimanfaatkan. Para kepala daerah harus bersinergi, membuka diri, dan mengubah paradigma pembangunan agar dapat menarik lebih banyak investasi dan dukungan dari pemerintah pusat,” katanya.

Salah satu prioritas utama yang harus diselesaikan adalah percepatan pembangunan jalan tol Sicincin-Payakumbuh-Pangkalan. Meskipun Tol Padang-Sicincin sudah dapat dinikmati, proyek ini belum cukup untuk meningkatkan konektivitas Sumbar secara optimal. Selain itu, pembangunan dan peremajaan ruas jalan nasional yang menghubungkan Sumbar dengan Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Bengkulu juga perlu mendapat perhatian khusus.

“Jalan tol dan infrastruktur lainnya adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Jika akses semakin mudah, investasi akan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pun ikut terdongkrak,” ujarnya.

Nevi juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam satu visi pembangunan yang terintegrasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah harus mampu menjembatani kepentingan daerah dengan pusat. Pembangunan harus tersusun, terencana, dan terlaksana dalam satu kerangka yang sama,” tegasnya.

Ia berharap dengan sinergi yang kuat antar-stakeholder di Sumbar, provinsi ini dapat melangkah maju dan sejajar dengan daerah lain dalam hal pembangunan.

“Insya Allah, dengan komunikasi yang baik dan komitmen bersama, kita akan melihat Sumbar semakin berkembang dan menjadi daerah yang lebih maju,” tutupnya. (rn/*/pzv)

Komentar