Jakarta, RANAHNEWS.com — Transformasi digital BUMN dinilai belum sepenuhnya berdampak pada perekonomian daerah, sehingga perlu diarahkan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina, dalam pengawasan terhadap peran PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama Badan Pengelola (BP) BUMN dan PT Danantara Asset Management dalam memperkuat ekosistem digital di daerah, seperti Lampung.
Nevi mengapresiasi kinerja Telkom yang tetap solid di tengah tekanan industri telekomunikasi. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya menjaga kinerja keuangan, melainkan memastikan transformasi menuju digital telco berdampak luas bagi masyarakat.
“Transformasi digital tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan. Yang lebih penting adalah bagaimana digitalisasi ini mampu meningkatkan produktivitas UMKM, memperluas akses pasar, dan menciptakan nilai tambah ekonomi di daerah,” ujar Nevi.
Berdasarkan kajian Komisi VI, penetrasi internet nasional telah mencapai lebih dari 80 persen, tetapi masih terdapat kesenjangan kualitas layanan antara wilayah Jawa dan luar Jawa, termasuk Sumatera. Kondisi ini menunjukkan tantangan digital tidak hanya pada akses, tetapi juga kualitas dan pemanfaatannya.
Nevi juga menyoroti peran BP BUMN dalam memastikan arah investasi BUMN digital tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi memiliki indikator dampak ekonomi daerah yang terukur.
Ia menekankan kepada PT Danantara Asset Management pentingnya pengelolaan investasi yang disiplin dan terarah, terutama dalam mendukung pengembangan infrastruktur strategis seperti pusat data dan ekosistem digital di luar Pulau Jawa.
“Investasi digital harus diarahkan untuk menciptakan multiplier effect, seperti penguatan sektor pertanian, logistik, dan UMKM di daerah. Lampung memiliki potensi besar yang harus didorong melalui integrasi teknologi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nevi meminta Telkom meningkatkan kualitas layanan dan pemerataan jaringan, serta memastikan digitalisasi UMKM tidak berhenti pada proses onboarding, tetapi mampu meningkatkan omzet dan efisiensi usaha.
“Tanpa SDM yang siap dan sistem yang aman, transformasi digital tidak akan optimal. Kita butuh ekosistem yang utuh, dari infrastruktur hingga manusia yang mengelolanya,” tutup Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)














Komentar