Pariaman, RANAHNEWS – Pemerintah Kota Pariaman tengah memantapkan langkah untuk kembali meraih predikat tertinggi dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Bertempat di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (7/7/2025), Wali Kota Pariaman Yota Balad memimpin langsung rapat teknis bersama tim inovasi dari seluruh perangkat daerah.
“Inovasi tidak selalu soal teknologi. Yang paling penting adalah perubahan pola pikir dan perilaku. Inovasi lahir dari pribadi yang mencintai pekerjaan, disiplin, serta mampu berkolaborasi dalam tim,” ujar Yota dalam arahannya.
Yota menegaskan bahwa setiap organisasi perangkat daerah (OPD) perlu membangun inovasi yang mampu menjawab persoalan riil di masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan publik. Ia berharap seluruh tim dapat menciptakan gagasan yang memberi nilai tambah nyata bagi daerah.
Menurut catatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pariaman, perkembangan inovasi daerah terus mengalami dinamika sejak 2018. Saat itu, Kota Pariaman hanya mengusulkan empat inovasi dan meraih predikat kurang inovatif. Namun sejak 2020, status “sangat inovatif” berhasil diraih secara berturut-turut, kecuali pada 2022 yang sempat turun menjadi “inovatif”.
Tahun 2023 menjadi titik balik dengan 108 inovasi dan indeks inovasi sebesar 65,31. Tren ini berlanjut di 2024, dengan predikat “sangat inovatif” dan indeks 61,28. Pemerintah daerah optimistis pada 2025 bisa kembali mencetak capaian lebih baik, baik dari sisi jumlah maupun kualitas inovasi.
Plt. Kepala Bappeda Pariaman, Adi Junaidi, yang memoderatori rapat menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi seluruh OPD dan komitmen pimpinan daerah. “Kami mengajak semua pihak untuk konsisten melahirkan inovasi, bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tapi untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Pariaman menegaskan bahwa inovasi yang dibangun harus berdampak, solutif, dan berkelanjutan demi memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan publik. (rn/*/pzv)












Komentar