Maigus Nasir Soroti Rendahnya Kehadiran Siswa Subuh Berjamaah

Nasional33 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Program unggulan Smart Surau Pemerintah Kota Padang menghadapi tantangan serius. Tingkat kehadiran siswa SD dan SMP dalam pelaksanaan salat Subuh berjamaah di masjid dan musala masih tergolong rendah, bahkan belum mencapai separuh dari jumlah siswa yang ada.

Keprihatinan tersebut disampaikan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X DPC DMI Kecamatan Nanggalo, Sabtu (10/1/2026), di Aula Kantor Camat Nanggalo. Maigus menilai, kondisi ini perlu mendapat perhatian bersama, khususnya dari pengurus masjid.

“Dari data yang ada, kehadiran siswa salat Subuh berjamaah ke masjid dan musala tak sampai separo. Ini kenapa, DMI perlu ikut melakukan kajian mengingat Pemko Padang punya program unggulan Smart Surau,” ujar Maigus yang juga menjabat Wakil Wali Kota Padang.

Ia menegaskan, keberhasilan Smart Surau tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif antara DMI, pengurus masjid, sekolah, dan orang tua siswa. Karena itu, Maigus mendorong pengurus DMI untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan sekolah-sekolah yang berada di sekitar masjid.

“Dari pihak Pemko, kami akan mengumpulkan para kepala sekolah dan guru untuk membahas persoalan ini bersama, agar pelaksanaan Smart Surau bisa berjalan optimal,” katanya.

Maigus juga mengungkapkan adanya masukan dari orang tua siswa yang merasa keberatan dengan penerapan program tersebut, terutama terkait perubahan kebiasaan anak-anak bangun lebih awal.

“Ada orang tua yang curhat, merasa terganggu karena anaknya jadi kurang tidur. Biasanya orang tua hanya membangunkan anak menjelang berangkat sekolah, bukan saat Subuh. Ini juga perlu dikaji,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Maigus menekankan peran strategis guru sebagai penggerak perubahan perilaku siswa. Ia berharap guru tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membiasakan siswa beribadah di masjid.

“Guru adalah penggerak. Guru berkewajiban mengajak dan menggerakkan siswa datang ke masjid. Di sisi lain, pengurus masjid juga diharapkan berperan menyampaikan hal ini kepada para orang tua,” harapnya.

Kepada pengurus DMI Kecamatan Nanggalo, Maigus berpesan agar memperkuat konsolidasi organisasi. Menurutnya, kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid.

“Masjid itu lengkap. Ada ulama, akademisi, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, dan kaum intelektual. Mari kita makmurkan masjid dengan sinergi bersama,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua DPC DMI Kecamatan Nanggalo periode 2018–2025, Agusriadi, menyampaikan refleksi atas kepemimpinannya selama tujuh tahun terakhir. Ia mengakui berbagai keterbatasan yang dihadapi, namun menegaskan komitmen pengurus untuk tetap berbuat semaksimal mungkin.

“Saya sudah tujuh tahun menjabat Ketua DPC DMI Nanggalo. Jika ada yang baik, silakan dilanjutkan agar lebih baik. Jika ada yang kurang, kami mohon maaf dan silakan diperbaiki,” ujarnya.

Meski masa kepengurusannya telah berakhir, Agusriadi menyatakan kesiapannya untuk tetap berkontribusi bagi DMI dan memakmurkan masjid selama masih diberi kesehatan.

“Harapan kami, kepengurusan ke depan jauh lebih baik dari kami,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Muscab DPC DMI Nanggalo, Vonny Kurnia, dalam laporannya menyampaikan bahwa Muscab mengusung tema Kolaborasi dan Sinergi Bersama Pemko Padang dalam Mewujudkan Smart Surau, dengan harapan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat peran masjid di tengah masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar