LKAAM Imbau Mahasiswa Hindari Aksi Anarkis Demi Jaga Marwah Minangkabau

News395 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) menyerukan kepada mahasiswa, terutama yang berasal dari ranah Minang, agar tidak mencemari kehormatan Minangkabau melalui aksi demonstrasi yang bersifat anarkis dan melanggar hukum. Seruan ini disampaikan menyusul terjadinya aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumatera Barat pada Senin, 21 April 2025, yang dinilai telah mencederai nilai-nilai luhur adat Minangkabau.

Ketua Umum LKAAM, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati, menyatakan keprihatinan mendalam atas perilaku sebagian mahasiswa yang dianggap telah menyimpang dari prinsip etika dan budaya Minangkabau. Ia menekankan bahwa masyarakat Minangkabau menjunjung tinggi sikap santun, musyawarah, dan mufakat dalam menyikapi persoalan.

“Marwah Minangkabau itu santun, beradat, dan mengedepankan diplomasi dalam menyelesaikan segala persoalan. Jangan sampai aksi-aksi yang tidak terkendali justru merusak citra yang telah dibangun oleh para pendahulu kita yakni jago dalam diplomasi,” ujar Fauzi Bahar di Padang, Kamis, 24 April 2025.

Sebagai wujud kepedulian terhadap generasi muda, LKAAM menyatakan kesiapannya menjadi mediator antara mahasiswa dengan pihak kepolisian, pemerintah provinsi, dan pihak terkait lainnya guna menyalurkan aspirasi secara bijak dan bermartabat. Fauzi Bahar menegaskan bahwa diplomasi adalah warisan kekuatan utama Minangkabau yang diturunkan oleh para “Niniak Mamak”.

“Minangkabau ini kaya dengan tradisi diplomasi. Kami mengajak para mahasiswa untuk kembali kepada nilai-nilai luhur ini. Sampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan bermartabat, bukan dengan aksi-aksi yang justru merugikan diri sendiri dan nama baik Minangkabau,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Fauzi Bahar menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan “anak kemenakan” Minangkabau yang mungkin terjadi dalam menyampaikan pendapat. Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran berharga agar mahasiswa lebih mengedepankan etika, kesantunan, dan solusi konstruktif dalam menyuarakan aspirasi. LKAAM pun membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa yang ingin berdiskusi dan mencari jalan keluar bersama atas berbagai persoalan yang ada.

Melalui imbauan ini, LKAAM berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya menjaga kehormatan Minangkabau dan kembali menjadikan musyawarah serta diplomasi sebagai pijakan utama dalam menyampaikan aspirasi kepada pihak berwenang. (rn/*/pzv)

Komentar