Padang, RANAHNEWS – Langkah kaki Maigus Nasir sore itu bukan menuju ruang rapat atau panggung seremoni. Ia memilih mendatangi sebuah rumah sederhana di Bungus Teluk Kabung, menembus lorong sempit dan jalanan kecil untuk menyapa seorang bocah lima tahun yang tengah berjuang melawan penyakit kanker.
Anak itu bernama Nur Rezkia Fahira—Kia, begitu ia disapa. Tubuh mungilnya terbaring lemah, tapi tatapan matanya masih menyimpan semangat hidup yang tak biasa. Maigus Nasir, Wakil Wali Kota Padang, duduk di sampingnya dengan lirih, tak hanya sebagai pejabat, tapi sebagai sosok yang hadir membawa empati.
“Saya datang ke sini bukan hanya untuk melihat kondisi Kia, tapi untuk menunjukkan bahwa pemerintah ada dan peduli,” ucap Maigus, lirih namun pasti.
Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas pemerintahan. Bagi Maigus, ini adalah wujud nyata dari komitmen Pemko Padang untuk benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat hingga ke akar persoalan. Didampingi jajaran Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta tim medis dari Puskesmas, ia memastikan bahwa kondisi kesehatan Kia akan terus dipantau secara intensif.
Tak hanya soal kesehatan, Maigus juga menjanjikan bantuan bedah rumah untuk keluarga Kia. Rumah yang saat ini mereka tempati dinilai sudah tidak layak huni.
“Kami akan bantu melalui dana aspirasi DPR RI. Jika terkendala, kami akan libatkan BAZNAS. Yang penting, keluarga ini bisa hidup lebih layak,” ujarnya.
Dalam diam, Maigus memerhatikan sekitar rumah Kia. Ia tahu bahwa di balik satu kisah kecil ini, masih banyak masyarakat lain yang menghadapi masalah serupa. Karena itu, program Padang Melayani dan Padang Sigap terus ia dorong agar bukan hanya menjadi slogan, melainkan solusi nyata di tengah masyarakat.
“Pemerintah hadir bukan hanya saat peresmian, tapi di saat warganya butuh sandaran dan perhatian. Kia telah mengingatkan saya betapa pentingnya pemimpin mendengar dari dekat,” kata Maigus sebelum meninggalkan rumah kecil itu.
Langkah Maigus pun kembali beranjak. Tapi pesan yang ia bawa dan tinggalan empati yang ia tanam, menyisakan harapan baru. Di tengah tantangan pemerintahan yang kompleks, satu kunjungan hangat bisa menjadi suluh kemanusiaan yang menerangi banyak hati. (rn/*/pzv)











Komentar