Kemendagri Bahas Inflasi Jelang Ramadan, Padang Panjang Ikuti Rakor

News63 Dilihat

Padang Panjang, RANAHNEWS.com – Kementerian Dalam Negeri membahas perkembangan harga pangan dan tarif tiket pesawat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar secara nasional, Senin (19/1/2026). Pemerintah Kota Padang Panjang mengikuti kegiatan tersebut dari Ruang VIP Lantai II Balai Kota.

Rapat koordinasi dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw melalui zoom meeting. Dari Kota Padang Panjang, kegiatan diikuti Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Alvisena yang mewakili Wali Kota Hendri Arnis, bersama perwakilan Polres, Kejaksaan Negeri, kepala organisasi perangkat daerah, serta kepala bagian terkait.

Dalam rakor tersebut, Kementerian Dalam Negeri menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan sebagai kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan tarif tiket pesawat pada periode mudik Lebaran 2026.

Pemerintah Pusat juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keterjangkauan tarif penerbangan melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan maskapai penerbangan. Hingga saat ini, belum terdapat kebijakan resmi terkait pemberian diskon tiket pesawat pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026, namun upaya pengendalian tarif tetap dilakukan agar tidak membebani masyarakat.

Selain isu inflasi, rakor turut mengevaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah. Pemerintah daerah didorong mempercepat dukungan nonfiskal, seperti kemudahan perizinan, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, serta percepatan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Alvisena menyampaikan bahwa pada minggu ketiga Januari 2026, Indeks Perkembangan Mingguan Kota Padang Panjang tercatat minus 4,86. Penurunan tersebut dipengaruhi turunnya harga sejumlah komoditas pangan utama.

“Penurunan IPM ini terutama disumbang cabai merah dengan andil minus 4,8041, disusul pisang minus 0,2074 dan bawang merah minus 0,0804,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap diminta waspada terhadap potensi tekanan inflasi seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Ramadan.

“Pemerintah Kota akan memperkuat peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah, melakukan pemantauan harga secara berkala, serta memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pokok,” tuturnya. (rn/*/Lala)

Komentar