Padang, RANAHNEWS – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta, menekankan pentingnya dialog sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan sosial, termasuk unjuk rasa yang digelar mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil di Kota Padang.
“Dialog adalah cara terbaik menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi. Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya demi ketertiban bersama,” ujar Irjen Gatot saat dimintai keterangan di Mapolda Sumbar.
Sebagai bentuk konkret, Kapolda memerintahkan Kabid Humas Polda Sumbar dan Kapolresta Padang untuk berkomunikasi langsung dengan perwakilan massa aksi. Namun hingga kini, ajakan tersebut belum direspons oleh pihak koordinator lapangan.
“Kami sudah menyampaikan undangan berdialog, tapi masih ditolak. Meski demikian, kami tetap mengedepankan komunikasi dan pendekatan yang humanis,” ungkapnya.
Dalam suasana aksi yang sempat memanas, perhatian Kapolda juga tertuju pada salah seorang demonstran yang terbukti positif menggunakan narkotika jenis ganja. Hasil tersebut diperoleh dari tes urine yang dilakukan Tim Dokkes Polresta Padang bersama Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar.
“Yang bersangkutan langsung kami amankan. Tapi kami tidak hanya menindak, kami juga memberikan rekomendasi rehabilitasi. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masa depan anak-anak bangsa,” tutur Kapolda.
Ia menegaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang kepada generasi muda. Langkah ini, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen POLRI PRESISI yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk generasi unggul.
“Prinsip kami jelas: aman, tertib, dan manusiawi. Kami ingin masyarakat merasa dilindungi, bukan ditakuti,” kata Irjen Gatot menutup pernyataannya. (rn/*/pzv)

















Komentar