Padang, RANAHNEWS.com — Kepedulian yang konsisten dalam merespons bencana alam dinilai menjadi fondasi penting pemulihan masyarakat terdampak. Atas dasar itu, Jaringan Pemred Sumbar (JPS) memberikan anugerah Medal of Honor (Bhakti untuk Negeri) kepada sejumlah tokoh serta lembaga pemerintah, swasta, dan BUMN yang dinilai menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan bencana di Sumatera Barat dan wilayah Sumatra lainnya.
Penghargaan tersebut diberikan setelah JPS melakukan pengamatan, pemantauan langsung, serta penelusuran rekam digital terhadap aksi-aksi kemanusiaan para tokoh dan lembaga sejak bencana melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat serta dua provinsi lain di Sumatra, terhitung sejak 25 November hingga akhir 2025.
Ketua JPS Adrian Tuswandi menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas nilai komitmen dan konsistensi yang menginspirasi banyak pihak dalam membantu korban bencana.
“Nilai, komitmen, dan konsistensi para tokoh dan lembaga inilah yang menginspirasi JPS untuk memberikan Medal of Honor. Ada 110 nama tokoh dan lembaga yang kami pantau melalui mesin pencarian, lalu dinilai secara maraton oleh tim kerja Medal of Honor JPS hingga ditetapkan 12 nominator di masing-masing kategori,” ujar Adrian Tuswandi didampingi Ketua Panitia Medal of Honor, Almudazir, usai rapat penetapan nominator di Kantor JPS, Senin (5/1/2026).
Medal of Honor merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan JPS kepada tokoh publik maupun lembaga atas kepedulian luar biasa dalam membantu korban banjir bandang dan banjir di berbagai daerah. JPS menilai aksi-aksi tersebut tidak hanya berdampak langsung bagi korban, tetapi juga memberi inspirasi bagi Sumatera Barat dan Indonesia secara luas.
Pemberian anugerah ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 JPS, yang selama ini berperan aktif mengawal isu kebencanaan dan kemanusiaan melalui perspektif media.
Ketua Panitia Medal of Honor JPS, Almudazir, menjelaskan bahwa proses penetapan nominator dilakukan oleh tim perumus yang independen.
“Ada lima orang tim perumus yang kami sepakati untuk memilih 12 nominator di masing-masing kategori, tokoh dan lembaga. Dari jumlah itu, nantinya akan ditetapkan enam penerima Medal of Honor pada tiap kategori,” kata Almudazir.
Ia menegaskan bahwa peran JPS sebatas memfasilitasi kerja tim perumus tanpa intervensi dalam pengambilan keputusan.
“Siapa tokoh dan lembaga yang ditetapkan sebagai penerima Medal of Honor JPS sepenuhnya merupakan kewenangan tim perumus,” ujarnya.
Adapun nominator kategori tokoh yang telah ditetapkan meliputi Dony Oskaria, Andre Rosiade, Zigo Rolanda, Vasko Ruseimy, Sonny Affandi, Ferry Irwandi, Maigus Nasir, Rahmat Saleh, Nevi Zuairina, Nurhayati Subakat, dan Harneli Bahar.
Sementara itu, nominator kategori lembaga terdiri atas Pertamina Patra Niaga Area Sumbar, Hutama Karya, Angkasa Pura Bandara Internasional Minangkabau, PT Semen Padang, Bank BNI, Bank Nagari, BP BUMN, Kementerian Perhubungan, IKM, Polda Sumbar, JNE, serta Kodam XX Tuanku Imam Bonjol.
Almudazir menambahkan, penyerahan Medal of Honor akan dilakukan dalam satu rangkaian acara khusus.
“Penyerahan Medal of Honor akan kami laksanakan dalam momen Doa Bersama untuk Kebangkitan, Pemulihan, dan Kemaslahatan Umat yang waktunya akan ditentukan dalam waktu dekat,” tutupnya. (rn/*/pzv)










Komentar