Dony Oskaria Dorong Transformasi Fundamental di Semen Padang

Ekonomi61 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Dorongan transformasi menyeluruh hingga ke level perusahaan menjadi pesan utama dalam kunjungan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, ke PT Semen Padang di Padang. Ia menegaskan perusahaan harus kembali menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera Barat sekaligus simbol kebanggaan daerah.

Di hadapan ratusan karyawan, Dony menyebut pertemuan tersebut sebagai momen pertamanya bertatap muka langsung dengan seluruh keluarga besar Semen Padang.

“Kesempatan ini pertama kali saya bertemu dengan seluruh karyawan Semen Padang. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman sekalian,” ujarnya.

Ia menekankan Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar, tidak hanya di lingkup BUMN, tetapi juga dalam tata kelola negara secara menyeluruh. Karena itu, perubahan harus nyata dirasakan hingga tingkat perusahaan.

“Transformasi ini tentu harus sampai kepada level perusahaan. Kita ingin perubahan yang fundamental, bukan lagi di level artificial,” katanya.

Menurut Dony, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, arah pembangunan nasional difokuskan pada pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. BUMN, termasuk Semen Padang, dinilai harus menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Dalam arahannya, Dony juga menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi Sumatera Barat. Ia mengaku sebagai pengkritik keras daerahnya karena rasa cintanya terhadap Ranah Minang.

“Saya termasuk pengkritik Sumatera Barat paling keras, karena saya paling cinta sama Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang disebutnya berkisar 3,3 hingga 3,5 persen, sementara inflasi mencapai sekitar 6 persen.

“Itu artinya terjadi pemiskinan terstruktur setiap tahun. Pendapatan naik tiga persen, tapi biaya hidup naik enam persen,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama dan Semen Padang memiliki peran strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita di Semen Padang punya PR besar untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat,” tegasnya.

Dony juga membandingkan capaian ekonomi Sumatera Barat dengan sejumlah daerah lain di Sumatera yang dinilainya telah melampaui.

“Dulu Sumatera Barat menjadi acuan. Sekarang PDRB Jambi sudah jauh lebih tinggi, Riau apalagi,” ujarnya.

Selain persoalan ekonomi, ia menyinggung isu sosial seperti penyebaran narkoba serta menurunnya kualitas lingkungan dan peradaban sosial. Kritik itu, katanya, merupakan bentuk refleksi bersama.

“Mau jadi apa Sumatera Barat ini? Ini kegalauan saya yang lama saya tahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dony turut menyoroti kondisi fasilitas perusahaan yang dinilai perlu dibenahi. Ia menegaskan perusahaan tidak boleh semata berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga pada kebanggaan dan warisan yang ditinggalkan.

“Saya tidak mau lagi melihat rumah tidak terurus, GOR berantakan. Orang datang ke sini harus bangga menjadi bagian dari Semen Padang,” ujarnya.

Ia meminta manajemen bekerja dengan hati dan profesionalisme agar perusahaan kembali menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

“Kerjalah dengan hati. Kerja untuk sesuatu yang bisa kita wariskan dalam kondisi baik, bukan kita tinggalkan dalam keadaan jelek,” pesannya.

Di akhir arahannya, ia menegaskan kebangkitan Semen Padang tidak hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga bagi masa depan Ranah Minang. (rn/*/pzv)

Komentar