Dony Oskaria: BUMN Harus Hadir Saat Darurat

Nasional71 Dilihat

Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penanganan bencana kembali ditegaskan saat peninjauan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (19/2/2026). Dukungan pembangunan hingga logistik disebut sebagai wujud keberpihakan negara kepada masyarakat yang membutuhkan.

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung kesiapan fasilitas huntara yang dibangun dengan dukungan berbagai BUMN.

Dalam kesempatan itu, Dony menegaskan komitmen keberlanjutan pembangunan di sejumlah titik terdampak.

“Ke depan kita juga akan melanjutkan pembangunan di beberapa lokasi. Ini menunjukkan keberpihakan kita kepada masyarakat yang terkena musibah,” ujarnya.

Ia menekankan BUMN sebagai entitas milik rakyat harus hadir pada saat kondisi darurat.

“BUMN itu milik rakyat Indonesia. Karena itu, BUMN harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.

Menurut Dony, seluruh kebutuhan pembangunan huntara didukung kolaborasi BUMN, mulai dari penyediaan material, alat berat, hingga operasional lapangan.

“Kita lihat tadi semuanya disediakan oleh BUMN, mulai dari peralatan, armada truk, hingga fasilitas pendukung lainnya. Segala sesuatu yang memungkinkan untuk kita bantu tentu akan kita bantu sebaik mungkin,” jelasnya.

Pembangunan huntara tersebut merupakan bagian dari program nasional penanganan masyarakat terdampak bencana dengan rencana awal sekitar 15 ribu unit secara nasional. Dalam pelaksanaannya, jumlah unit disesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan.

“Tidak semuanya menjadi huntara. Sebagian kita konversi dengan skema bantuan lain sesuai kebutuhan masyarakat, dengan anggaran yang tetap disiapkan pemerintah,” ungkapnya.

Untuk wilayah Sumatera Barat, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp400 miliar guna mendukung pembangunan hunian dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan rehabilitasi serta kesiapan fasilitas agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara layak dan aman pascabencana. (rn/*/pzv)

Komentar