Delapan Hari Bangun Huntara, Prabowo Puji Respons Danantara

Nasional159 Dilihat

Aceh Tamiang, RANAHNEWS.com — Hari pertama 2026 dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau langsung hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Aceh Tamiang. Di lokasi, Presiden menyaksikan hasil pembangunan Hunian Danantara yang diselesaikan hanya dalam waktu delapan hari sebagai respons cepat terhadap bencana.

Presiden menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan tersebut. Menurutnya, hunian sementara yang dibangun harus memberikan rasa aman dan layak huni bagi masyarakat terdampak banjir.

“Terima kasih Danantara. Saya apresiasi kerja cepat yang telah menyelesaikan 600 unit hunian sementara bagi korban banjir Aceh Tamiang,” ujar Prabowo, Kamis (1/1/2026).

Hunian Danantara dibangun di samping Masjid Darusallam, di jalur utama Aceh Tamiang–Langsa. Pembangunan dilakukan melalui kolaborasi tujuh BUMN Karya, CSR Bank Himbara, serta dukungan PLN dan Telkomsel.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa hunian dirancang agar memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi korban bencana.

“Hunian ini harus nyaman dan memberikan rasa aman kepada para korban bencana di Aceh Tamiang,” kata Dony.

Presiden juga menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga agar penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia meminta Danantara terus berkoordinasi dengan BNPB, Polri, serta instansi terkait lainnya.

“Supaya tidak terjadi tumpang tindih. Hunian Danantara ini sangat layak dan sangat beradab,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo tiba di lokasi huntara menggunakan helikopter dan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan Maung bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Kehadiran Presiden disambut antusias warga, bahkan Prabowo sempat menyapa dan mencium seorang anak kecil di tengah kerumunan.

Dalam rapat koordinasi di lokasi, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan huntara di tiga provinsi. Sebanyak 12.500 unit disiapkan untuk Aceh, 2.000 unit di Sumatera Utara, dan 500 unit di Sumatera Barat.

Rosan menambahkan, sebanyak 1.626 pekerja terlibat dalam pembangunan huntara yang telah selesai. Hunian dirancang layak, beradab, dan menyesuaikan kearifan lokal Aceh. Total lahan yang disiapkan mencapai 13 hektare untuk huntara dan hunian tetap, dengan pendanaan CSR BUMN sebesar Rp1 triliun.

Kepala BNPB Suharyanto menyebutkan, terdapat 23.432 keluarga korban bencana di Aceh yang mengajukan permohonan huntara, sementara lebih dari 11 ribu lainnya memilih tinggal bersama keluarga. BNPB sendiri telah membangun 450 unit huntara secara terpisah.

Presiden menegaskan bahwa kehadiran pejabat di lokasi bencana bertujuan untuk mengidentifikasi persoalan dan memberikan solusi nyata.

“Pejabat harus datang ke lokasi bencana, bukan untuk ikut bekerja fisik, tetapi mencari masalah dan memberi solusi,” kata Prabowo.

Presiden juga meminta perhatian terhadap pemulihan layanan publik, khususnya sekolah, rumah sakit, dan puskesmas agar dapat kembali beroperasi normal. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan pembiayaan bagi korban terdampak.

Direktur Komersial Injourney Aviation Services (IAS) Muchdian Muchlis menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk membersihkan fasilitas kesehatan dan rumah ibadah di Aceh Tamiang.

“RSUD Aceh Tamiang sudah mulai beroperasi sejak sepekan lalu meski peralatan medis masih terbatas,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim Satgas IAS ditugaskan membersihkan puskesmas dan masjid. “Insya Allah sebelum Ramadan, masjid di Aceh Tamiang sudah bersih dan siap digunakan,” kata Muchdian. (rn/*/pzv)

Komentar