Muhidi: Guru Memegang Peran Kunci Lahirkan Generasi Emas

Padang, RANAHNEWS.com — Peningkatan mutu pendidikan dan penguatan karakter peserta didik menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas. Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menegaskan bahwa guru memegang peran strategis dalam mewujudkan tujuan tersebut melalui pembelajaran berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Pesan itu disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam Seminar dan Berbagi Praktik Baik Guru Fisika SMA dan SMK se-Sumbar di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (22/10/2026).

Dalam pemaparan bertajuk Bagaimana Menjadi Pendidik Unggul Menuju Indonesia Emas, Muhidi menekankan bahwa tanggung jawab guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran dan menuntaskan kurikulum. Pendidik juga berperan membangun karakter, menanamkan nilai moral, serta mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Dengan latar belakang sebagai pendidik, Muhidi menyatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu perhatian dalam program kerja yang dikawalnya melalui DPRD Sumbar.

“Karena latar belakang saya adalah seorang pendidik, fokus dan program kerja yang saya kawal di parlemen akan selalu melekat erat dengan pembenahan sektor pendidikan. Kita harus sepakat dan melihat bahwa dari rahim dunia pendidikan inilah generasi masa depan yang tangguh dilahirkan,” ujar Muhidi di hadapan peserta seminar.

Menurut dia, perkembangan teknologi dan perubahan zaman menuntut guru untuk memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan sekaligus menanamkan nilai moral kepada peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai pengetahuan (agent of knowledge), tetapi juga sebagai pembentuk karakter (agent of character).

Keseimbangan antara kecerdasan intelektual, karakter, dan kekuatan mental-spiritual dinilai penting untuk mempersiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Muhidi juga mendorong guru fisika agar terus berinovasi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Menurutnya, fisika perlu disampaikan sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kumpulan rumus yang sulit dipahami.

“Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu menjadi kompetensi nyata yang memberikan manfaat. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan dan mampu membangun kepercayaan diri siswa untuk berani mencoba hal baru,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk pendidik, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Dukungan kebijakan, penganggaran, dan regulasi di tingkat daerah juga diperlukan untuk memperkuat kualitas sekolah serta kesejahteraan guru.

“Pengalaman hidup mengajarkan saya bahwa jika kita ingin benar-benar membawa perubahan yang lebih besar bagi masyarakat luas, kita harus berani masuk ke ruang pengambilan keputusan. Lewat kursi parlemen inilah, komitmen pendidikan ini kami perjuangkan secara regulasi,” ujar alumnus IKIP Padang tersebut.

Seminar ini terlaksana melalui kolaborasi Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dengan Departemen Fisika FMIPA UNP. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk berbagi praktik pembelajaran efektif sekaligus memperkuat kompetensi pedagogik.

Sebanyak 200 guru fisika tingkat SMA dan SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaan seminar menggunakan sistem hibrida, yakni secara luring di aula FMIPA UNP dan daring melalui ruang virtual.

Melalui kegiatan ini, peningkatan kompetensi guru diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi pembelajaran sains yang lebih bermakna. Kolaborasi antara DPRD Sumbar, Dinas Pendidikan, dan kalangan akademisi juga diharapkan mendukung peningkatan mutu lulusan sekolah menengah di Sumatera Barat. (adv)

Komentar