Hari Jadi ke-81, DPRD Sumbar Soroti Capaian dan Tantangan Pembangunan

Padang, RANAHNEWS.com — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat menjadi momentum untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus memetakan tantangan yang masih perlu dijawab. Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Sumbar, Kamis (1/10/2026).

Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan perjalanan pembangunan Sumatera Barat tidak terlepas dari kontribusi para pendahulu yang telah meletakkan fondasi daerah. Menurutnya, nilai keteladanan tersebut penting menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan ke depan.

“Peringatan Hari Jadi mengajak kita untuk menengok sejenak masa lalu. Sumatera Barat hari ini merupakan warisan dari generasi yang lebih dahulu bekerja, para pendiri dan pahlawan bangsa,” kata Muhidi dalam sambutannya.

Ia menyebut pembangunan Sumatera Barat terbentuk dari kontribusi berbagai elemen masyarakat, mulai dari ulama, pendidik, pejuang, saudagar, intelektual, ninik mamak, bundo kanduang hingga masyarakat umum.

“Masa lalu dengan teladan kepemimpinan itu adalah pondasi kita. Ia menjadi pijakan bagi langkah kita hari ini sekaligus memberi arah bagi perjalanan kita ke masa depan,” ujarnya.

Muhidi juga mengingatkan bahwa Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh yang pemikirannya melampaui batas daerah dan turut memberikan kontribusi bagi Indonesia maupun dunia.

“Sumatera Barat pernah melahirkan banyak tokoh yang pemikirannya melampaui batas daerah. Mereka tidak hanya berbicara tentang kampung halaman, tetapi ikut memikirkan Indonesia dan bahkan dunia,” katanya.

Di sisi pembangunan manusia, Muhidi menyampaikan IPM Sumatera Barat telah mencapai 77,27. Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat 5,27 persen, sedangkan Gini Ratio berada pada angka 0,285. Data BPS mencatat jumlah penduduk miskin Sumbar pada Maret 2026 sebanyak 311,14 ribu orang atau 5,27 persen.

Menurut Muhidi, capaian tersebut perlu menjadi pijakan untuk melanjutkan pembangunan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta kemandirian dan kapasitas fiskal daerah masih menjadi perhatian.

“Capaian itu patut kita syukuri. Namun sesuai dengan semangat untuk terus tumbuh, kita masih menghadapi tantangan,” tegas Muhidi.

Ia menambahkan, berbagai capaian pembangunan tidak seharusnya membuat seluruh pihak berhenti melakukan perbaikan.

“Capaian hari ini bukan titik akhir. Capaian adalah pijakan untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan pembangunan ekonomi perlu memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Ia menyebut penguatan perekonomian daerah terus dilakukan agar pertumbuhan dapat membuka ruang peningkatan kesejahteraan.

“Kita terus berupaya membangun perekonomian Sumbar yang kuat, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya dari pertumbuhan ekonomi tersebut,” ujar Mahyeldi.

Berdasarkan data BPS, ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Secara kumulatif, ekonomi Sumbar pada semester I 2026 tumbuh 4,77 persen.

Dari sisi kemiskinan, BPS mencatat persentase penduduk miskin Sumatera Barat pada Maret 2026 sebesar 5,27 persen atau 311,14 ribu orang. Sementara Gini Ratio Sumbar pada periode yang sama berada di angka 0,285.

IPM Sumatera Barat tahun 2025 dalam bahan rapat disebut mencapai 77,27. Capaian tersebut menjadi bagian dari gambaran perkembangan pembangunan manusia yang turut menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.

Namun, Mahyeldi menegaskan pembangunan Sumatera Barat juga perlu memperhitungkan karakteristik daerah yang memiliki risiko bencana. Pengalaman bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumbar pada penghujung 2025 disebut menjadi pelajaran penting agar pembangunan ekonomi dan ketangguhan bencana berjalan beriringan.

“Sumbar harus terus menjadi daerah yang responsif dalam menghadapi bencana. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, serta seluruh lembaga terkait terus kita perkuat,” katanya.

Rapat paripurna istimewa tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Duta Besar Palestina dan Duta Besar Belarusia, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, serta para tamu undangan lainnya.

Momentum Hari Jadi ke-81 Sumatera Barat tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan daerah, capaian pembangunan, sekaligus tantangan yang perlu dihadapi bersama untuk melanjutkan pembangunan pada masa mendatang. (rn/*/pzv)

Komentar