Irman Gusman Kunjungi Solok, Bahas Percepatan Pemulihan Banjir Bandang Arosuka

Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Solok memprioritaskan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir bandang Arosuka setelah sekitar 95 persen rumah warga terdampak dibersihkan dari lumpur. Upaya percepatan pemulihan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, ke Posko Utama Bencana Banjir Bandang Arosuka, Jumat (9/10/2026).

Kunjungan Irman Gusman, S.E., M.B.A., beserta rombongan diterima Bupati Solok Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H. Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten II Jefrizal, S.Pt., M.M., sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Solok, serta Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Portito, S.Pd.I.

Dalam pertemuan itu, Jon Firman Pandu menjelaskan bahwa banjir bandang atau galodo berdampak signifikan terhadap permukiman warga dan kawasan perkantoran pemerintah. Bencana tersebut terjadi setelah wilayah setempat mengalami musim kemarau panjang selama hampir tiga bulan, kemudian diikuti hujan berintensitas tinggi.

Pemerintah Kabupaten Solok bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan berbagai unsur terkait terus melakukan penanganan darurat serta pemulihan wilayah terdampak. Dukungan peralatan berat, ekskavator, truk, dan kebutuhan operasional lainnya diperlukan untuk mempercepat pembersihan material banjir dan pemulihan kawasan.

Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah juga melakukan pembersihan lumpur di permukiman warga. Sekitar 95 persen rumah terdampak dilaporkan telah dibersihkan. Bantuan listrik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat turut dilakukan untuk mendukung pemulihan aktivitas warga.

Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kementerian terkait, unsur kebencanaan, relawan, tenaga ahli, dan seluruh pihak yang telah membantu penanganan bencana.

Ia menjelaskan, tahapan selanjutnya yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah rehabilitasi dan rekonstruksi, mencakup penanganan rumah warga yang rusak, pemulihan kawasan perkantoran, serta pengembalian pelayanan publik agar berjalan maksimal.

Untuk mempercepat tahapan tersebut, menurutnya, dukungan dan sinergi berbagai pihak masih dibutuhkan agar pemulihan berlangsung secara terencana dan berkelanjutan.

Sementara itu, Irman Gusman menyampaikan keprihatinan atas bencana yang menimpa masyarakat Kabupaten Solok. Setelah memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut, ia mengaku segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendorong peninjauan lapangan dan mengetahui kebutuhan penanganan secara langsung.

Irman menekankan bahwa kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) membuat negara ini memiliki kerawanan terhadap berbagai bencana, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir bandang. Karena itu, kesiapsiagaan, mitigasi, dan sistem penanganan yang terkoordinasi dinilai penting.

Berdasarkan pengalamannya terlibat dalam penanganan sejumlah bencana di Indonesia, termasuk tsunami Aceh, Irman menilai koordinasi yang kuat antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam penanganan bencana.

Kejelasan kewenangan, ketersediaan sumber daya, serta ketepatan penyaluran bantuan juga perlu diperhatikan untuk mendukung efektivitas penanganan di lapangan.

Ia mendorong agar bencana di Kabupaten Solok menjadi momentum evaluasi terhadap upaya mitigasi dan penanganan bencana. Masukan dari pemerintah daerah, tenaga ahli, dan berbagai pemangku kepentingan perlu dibahas bersama untuk memperbaiki sistem kesiapsiagaan serta merumuskan langkah penanganan yang lebih baik pada masa mendatang.

Irman juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap persoalan lingkungan dan perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan perlu menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko bencana dan mendukung pembangunan daerah yang lebih tangguh terhadap ancaman alam.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Solok, perwakilan daerah di tingkat nasional, dan unsur kebencanaan dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan seluruh pihak terus berlanjut, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, menangani rumah rusak, memulihkan infrastruktur, serta mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan kembali normal. (E_J)

Komentar