Padang, RANAHNEWS.com – Di tengah upaya pemulihan pascabencana galodo dan banjir bandang di Sumatera Barat, akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kembali mendapat perhatian. Anggota DPD RI asal Sumbar, Irman Gusman, menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp1,205 miliar kepada 2.008 siswa jenjang SD, SMP, dan SMK di 13 kabupaten dan kota.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada 21 siswa di Lapangan SMP Negeri 3 Padang, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Camat Padang Barat, lurah setempat, serta unsur pendidik.
Irman Gusman menyampaikan bahwa PIP merupakan instrumen negara untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh pendidikan yang layak dan berkelanjutan, khususnya dalam kondisi daerah yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Bencana boleh merusak fisik daerah dan itu bisa dibangun kembali. Namun, bencana tidak boleh meruntuhkan harapan dan semangat anak-anak. Pemulihan sejati adalah ketika mereka tetap belajar dan bermimpi, karena di sanalah masa depan daerah disemai,” ujar Irman.
Ia menegaskan, PIP bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga negara di bidang pendidikan. Menurutnya, perlindungan terhadap pendidikan anak menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan sosial dan mendorong pemulihan jangka panjang.
Sebagai Anggota Komite I DPD RI, Irman juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah guna mempercepat pembangunan di Sumbar. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan perwakilan daerah di tingkat nasional menjadi kunci agar program pembangunan, termasuk di sektor pendidikan, berjalan efektif dan tepat sasaran.
Irman menambahkan bahwa penyaluran PIP telah dikawal secara konsisten dari tahun ke tahun dan akan terus diperjuangkan agar jangkauannya semakin luas. Pada 2026, ia menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Sumbar dapat memperoleh alokasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara optimal.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang juga menjalankan sejumlah program pendukung pendidikan, seperti Kartu Padang Pintar dan Padang Juara, guna memastikan tidak ada anak yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Untuk anak-anak dari masyarakat berpenghasilan rendah kita siapkan skema khusus, dan bagi yang berprestasi ada program untuk membuka peluang melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri. Bantuan pendidikan seperti PIP ini sangat membantu meringankan beban dan memperluas peluang,” ujar Maigus.
Kepala SMP Negeri 3 Padang, Rika Susiwaty, mengungkapkan bahwa dari 21 siswa penerima simbolis, beberapa di antaranya merupakan yatim dan piatu, bahkan ada yang meraih prestasi juara pertama di sekolah. Ia menilai latar belakang keluarga tidak mengurangi semangat belajar para siswa.
“PIP memberikan angin segar dan harapan baru bagi anak-anak untuk meraih cita-cita. Apalagi Pak Irman Gusman merupakan alumni SMPN 3 Padang, bantuan ini menjadi motivasi tambahan agar siswa terus belajar dengan sungguh-sungguh,” katanya. (rn/*/pzv)
















Komentar