ASITA Sumbar Minta Kepastian Pembukaan Jalur Lembah Anai

Pariwisata24 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Belum normalnya akses utama Lembah Anai pascabencana akhir November tahun lalu dinilai mulai mengganggu kepastian perjalanan wisata di Sumatera Barat. DPD ASITA Sumatera Barat meminta pemerintah segera memberikan kepastian kebijakan pembukaan jalur tersebut, khususnya bagi kendaraan pariwisata.

Permintaan itu disampaikan ASITA Sumbar di tengah apresiasi terhadap langkah cepat Polres Padang Panjang bersama Polda Sumbar dalam menindak dugaan pungutan liar di kawasan Lembah Anai yang sempat viral di media sosial.

Ketua DPD ASITA Sumbar, Nadirsyah Bakri, mengatakan persoalan di kawasan Lembah Anai tidak dapat dipisahkan dari belum pulihnya akses jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi.

Menurutnya, hingga kini jalur tersebut belum dapat dilalui secara normal oleh kendaraan industri pariwisata, terutama bus pariwisata ukuran sedang dan besar. Padahal, Lembah Anai selama ini menjadi bagian penting dalam paket perjalanan wisata Sumatera Barat.

“Lembah Anai bukan sekadar jalur penghubung menuju Bukittinggi, tetapi sudah menjadi bagian dari destinasi wisata itu sendiri. Panorama alam dan pengalaman perjalanan melintasi kawasan tersebut selama ini menjadi daya tarik utama dalam paket wisata Sumatera Barat,” ujar Nadirsyah Bakri, Jumat (22/5/2026).

Ia menyebut banyak pelaku usaha perjalanan wisata mengalami kesulitan memastikan jadwal perjalanan rombongan wisatawan akibat belum adanya kepastian akses bagi bus pariwisata.

Wakil Ketua I DPD ASITA Sumbar, Rezky Januar, mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha biro perjalanan wisata di Sumatera Barat maupun mitra industri dari Riau dan Sumatera Utara.

“Banyak reservasi dan paket wisata terpaksa dibatalkan karena wisatawan harus dialihkan melalui jalur alternatif Sitinjau Lauik yang memiliki biaya operasional lebih tinggi, waktu tempuh lebih panjang, serta risiko keselamatan yang lebih besar bagi kendaraan wisata,” ungkap Rezky Januar.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPD ASITA Sumbar, Hanif, menilai kepastian kebijakan akses jalan sangat penting agar industri pariwisata Sumatera Barat tidak terus mengalami tekanan.

“Kami berharap ada langkah konkret dan percepatan kebijakan dari pemerintah terkait pembukaan akses Lembah Anai. Kepastian ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk menjaga kepercayaan wisatawan dan mitra perjalanan yang selama ini menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan,” kata Hanif.

ASITA Sumbar juga menyoroti munculnya isu mengenai kendaraan tertentu yang masih dapat melintasi kawasan tersebut. Kondisi itu dinilai memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku usaha terkait kejelasan kebijakan akses jalan di Lembah Anai.

Karena itu, ASITA Sumbar berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama instansi terkait segera memberikan kepastian regulasi dan kebijakan yang adil, transparan, serta mempertimbangkan keberlangsungan sektor pariwisata daerah.

“Kami percaya keamanan, kenyamanan, dan kepastian akses merupakan fondasi utama dalam membangun industri pariwisata yang sehat dan berkelanjutan di Sumatera Barat,” tutup Nadirsyah Bakri. (rn/*/pzv)

Komentar