Wabup Solok Hadiri Apel Siaga Karhutla Sumbar 2026 di Agam

News36 Dilihat

Agam, RANAHNEWS.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, BPBD, dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring ancaman musim kemarau panjang tahun 2026. Upaya tersebut ditandai melalui Apel Siaga Pengendalian Karhutla Sumbar 2026 di Nagari Pasiah Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Kamis (21/05/2026).

Kegiatan dipimpin Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat mewakili gubernur dan dihadiri unsur Forkopimda Sumbar. Apel diikuti lintas instansi, mulai dari BPBD, Damkar, Dishut, Satpol PP, TNI, Polri, hingga brigade pengendalian karhutla dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Pemerintah Kabupaten Solok dalam kegiatan tersebut diwakili Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I., bersama perwakilan BPBD Kabupaten Solok.

Dalam rangkaian kegiatan dilakukan pemeriksaan pasukan serta sarana dan prasarana pengendalian karhutla sebagai bentuk kesiapan menghadapi ancaman kebakaran yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.

Kegiatan juga diisi simulasi penanganan karhutla oleh tim gabungan, peninjauan kesiapan brigade dalkarhutla, penanaman bibit, hingga penandatanganan komitmen bersama pengendalian karhutla antara pemerintah daerah dan unsur terkait.

Wakil Bupati Solok H. Candra mengatakan kehadiran Pemerintah Kabupaten Solok menjadi bentuk dukungan terhadap langkah kolaboratif pemerintah provinsi dalam memperkuat sistem pencegahan bencana karhutla sejak dini.

“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran semata, tetapi menyangkut kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, hingga dampak ekonomi dan aktivitas masyarakat secara luas. Karena itu langkah preventif jauh lebih penting,” ujar Candra.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Solok terus meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi dan karhutla, terutama menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan ancaman kemarau panjang tahun ini.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Kita berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Apel siaga tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antar daerah di Sumatera Barat menghadapi potensi kabut asap akibat karhutla yang berdampak lintas wilayah.

Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon bersama perwakilan instansi dan tokoh masyarakat setempat. Dalam agenda terpisah, gubernur dijadwalkan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Monumen Nagari Peduli Hutan sebagai simbol penguatan peran masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan hutan di Sumatera Barat. (E_J)

Komentar